Jenis-jenis Ikan Arwana Indonesia
Arwana merupakan ikan hias yang sangat diminati. Karakteristiknya yang memiliki warna yang indah membuatnya menjadi primadona. Tidak hanya sebagai hiasan, arwana oleh beberapa kalangan juga diyakini membawa keberuntungan bagi yang memilikinya. Ikan arwana yang termasuk dalam kategori hewan yang dilindungi memiliki banyak varietas di seluruh dunia. Di Indonesia terdapat beberapa jenis arwana yang diantaranya telah dapat dibudidayakan.
Super Red Arwana
Indonesia termasuk Negara yang memiliki jenis ikan arwana yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan ini banyak ditemui di perairan Kalimantan utamanya di Kalimantan bagian barat. Ikan arwana merah memiliki beberapa varietas diantaranya arwana warna merah darah (blood red), merah cabe/cabai (chili red), merah oranye (orange red) dan purple red.
Secara umum arwana merah, sejak kecil sudah memiliki warna merah pada sirip, ekor, dayung dan sungut. Sedangkan warna merah pada badan akan meuncul ketika arwana sudah berusia 3 – 4 tahun.
Golden Arwana
Arwana jenis ini di alam banyak ditemui diperairan Sumatera terutama di provinsi Riau. Varietas arwana jenis ini berdasarkan warna dasarnya terdiri dari blue base, green base dan gold base. Kekurangan dari arwana ini adalah warna sisik pada umumnya tidak bisa sampai melewati punggung dan hanya sampai pada level sisik ke 4 (dihitung dari bawah badan ke atas).
Jardini Arwana
Karakteristik arwana jenis ini memiliki warna dasar hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kuning ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut. Jardini dapat dijumpai di Pulau Irian karena arwana ini sering pula disebut sebagai arwana irian. Jardini dibagi 2 jenis, yaitu warna dasar lebih gelap adalah scleropqges jardini dan yang memiliki dasar lebih terang adalah scleropqges leichharti.
Inilah beberapa arwana yang populer di Indonesia dan oleh sebagian pembudidaya ikan hias ketiga jenis ikan arwana tersebut telah dapat dibudidayakan. Teknik budidaya ikan arwana secara umum tidaklah sulit namun membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang ekstra.
Arwana dapat dikembangbiakkan di wadah budidaya seperti akuarium atau kolam. Kualitas air yang selalu terjaga baik menjadi tuntutan dalam budidaya ikan ini. PH air untuk budidaya arwana sebenarnya sangat lebar tapi lebih disarankan untuk memudahkan pemeliharaannya PH airnya disesuaikan dengan kondisi air pada kondisi sebenarnya di alam yaitu PH 6,8 – 7,5 dan suhu 27 – 29 C. Sedangkan penggantian air untuk menjaga kualitas air, dilakukan sebanyak 30 – 34 % dari total volume dengan air deklorinisasi. Penggantian air perlu dilakukan apalagi jika kondisi setelah hujan karena air hujan dapat mengakibatkan perubahan mendadak pada kualitas air.
Pemberian pakan pada arwana sebaiknya diberikan pakan bervariasi yang mengandung protein sangat tinggi. Pakan untuk induk arwana dapat diberikan berupa ikan/udang rucah ditambah dengan pellet dengan kadar protein 32 %. Pemberian pakan ini dilakukan setiap hari dengan ketentuan 2% dari berat total tubuhnya.
Kematangan gonad akan terjadi pada saat umur ikan arwana berumur 4 tahun dan sudah mencapai panjang 45 – 60 cm. Pemijahan akan terjadi sepanjang tahun. Puncak pemijahan akan terjadi antara bulan Juli dan bulan Desember. Ketika telah terjadi pemijahan maka induk jantan akan menjaga telur tersebut di dalam mulutnya selama 2 bulan.
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Koi Kian Diminati Masyarakat
Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Asosiasi Pecinta Koi Indonesia, klub-klub pecinta koi dan seluruh stakeholder koi belakangan ini terus secara kontinyu berupaya mendorong pengembangan koi Indonesia. Hal ini tak lain agar koi dapat dijadikan industri lokal yang mampu menjadi alternative sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Salah satu upaya pengembangan koi tersebut adalah melalui pelaksanakan even-event kontes yang dilakukan secara rutin. Even kontes secara tak langsung akan memperkenalkan sekaligus sebagai ajang promosi koi tersebut. Untuk tahun ini, kontes koi tersebut dilakukan di Surabaya. Kegiatan kontes yang diikuti tak kurang dari 150 peserta ikut kontes di event tersebut.
Pemerintah maupun swasta kian menyadari bahwa untuk menampung komoditas koi yang makin diminati itu perlu wadah tersendiri. Sebagai contoh di Kabupaten Blitar, beberapa tahun belakangan ini yang telah berhasil mengembangkan jenis ikan koi yang memiliki harga cukup baik. Jenis ikan koi produksi Kabupaten Blitar tersebut adalah jenis asagi, hikari muji, koromo, sanke, showa, king gin rin, kowari mono, bekko, kohaku, tanco, hikari utsuri, gosiki dan utsuri mono yang harganya dapat mencapai ratusan hingga jutaan rupiah.
Menurut Dirjen Perikanan Budidaya, pada acara pembukaan acara 7th All Indonesian Young Koi Show, di Surabaya pada April 2011 lalu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) senantiasa berupaya membangun serta menciptakan iklim usaha yang baik dengan pendekatan sistem agribisnis dari mulai penyediaan induk, sarana dan prasarana, termasuk menciptakan pola-pola kemitraan yang sehat antara swasta dan mayarakat (pembudidaya ikan, pemasar, hobbies dan eksportir yang kian hari diharapkan dapat meningkat.
Hal ini sengaja dilakukan mengingat pasar ikan hias sangat menjanjikan, Dirjen mengingatkan bahwa, dari data perdagangan ikan hias dunia tahun 2009, Indonesia baru menguasai 7,5% pangsa pasar ikan hias. Masih kalah jauh dari Singapura yang mencapai 22,5% perdagangan ikan hias dunia.
Sedangkan potensi yang ada di Indonesia sangat besar, Dirjen DJPB menjelaskan, kalau mau melihat data, potensi eskpor ikan hias Indonesia diperkirakan mencapai US $60 juta sampai US $ 65 juta. Dengan jumlah species ikan hias air tawar sebanyak 450 species dari total 1.100 species ikan hias air tawar dunia. “sedangkan untuk ikan hias air laut, Indonesia memiliki lebih dari 700 jenis species yang sebagaian besar hanya terdapat di Indonesia.
Potensi ikan hias, kata Dirjen, apabila ditangani secara serius, maka Indonesia akan mampu berbicara banayak di pasar Internasional baik untuk ikan hias air tawar maupun air laut. Oleh karena itu, KKP sangat serius untuk mengembangkan ikan hias Indonesia.
Sedangkan sentra produksi ikan hias tersebar di beberapa daerah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. “Khusus untuk ikan Koi, sentra produksi di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta” kata Dirjen.
Pemerintah berharap, Asosiasi Ikan Hias Indonesia dapat menyumbangkan kontribusi pengalaman, kapabilitas dan profesionalitasnya dalam mengembangkan ikan hias Indonesia serta terus menerus melakukan upaya-upaya menggairahkan bisnis ikan hias nasional seperti kontes, pameran, bursa, perluasan area pasar dan juga dapat mengedukasi masyarakat dalam mengembangkan ikan hias secara benar melalui pelatihan pembudidayaan. Sehingga ikan hias Indonesia dapat menjadi salah satu pilar ekonomi nasional dengan pengelolaan yang baik dalam menghasilkan komoditas ikan hias yang trend di pasar. (rd)
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Pembenihan Ikan Guppy (Poecilia reticulata)
Ikan Guppy merupakan salah satu jenis ikan dari famili Poicilidae, dimana ikan dari famili ini termasuk ikan yang mudah dikembangbiakan. Ciri khusus dari ikan guppy adalah ekornya yang melebar dan bercorak batik. Corak batik ini terdiri dari berbagai warna, seperti biru, hitam, kuning, atau merah saja. Panjang guppy dewasa bisa mencapai 3 – 4 cm.
Pemilihan induk
Cara membedakan induk jantan dan betina dengan melihat bentuk tubuh dan warnanya. Induk jantan berwarna tajam dan tubuhnya ramping sedangkan induk betina tubuhnya pendek dan gemuk serta warna tubuhnya buram.
Pemijahan
* Persiapan pemijahan
Wadah untuk pemijahan berupa bak tembok atau bak plastik berukuran 1 x 1 x 0,5 m, 2 x 1 x 0,5 m atau 4 x 4 x 0,5 m dengan tinggi air 25 – 40 cm dan aerasi lemah.
Air yang digunakan untuk pemijahan memiliki pH 6 – 7 dan suhu 24 – 28oC. Substrat yang digunakan untuk tempat induk bercumbu dan menempelkan telur berupa hydrilla.
* Proses Pemijahan
Pemijahan berlangsung secara massal dengan rasio jantan dan betina 1 : 2 dengan padat tebar 15 ekor/ 50 liter air.
Pemijahan ditandai dengan guppy jantan yang mengejar-ngejar betina dan selalu ”menanduk-nanduk” bagian anus betina serta terkadang menempelkan badannya ke badan betina.
Setelah 4 – 7 hari, biasanya anak-anak ikan guppy berenang di permukaan air. Setelah itu, dapat dipisahkan dari induknya.
Perawatan Telur, Larva dan Anak
- Untuk menghindari serangan jamur, pada media mepeliharaan telur dilarutkan MGO dan MB
- Setiap induk dapat menghasilkan 10 – 50 ekor, anak ikan tersebut kemudian dipindahkan ke wadah lain yang telah disiapkan.
- Pakan yang diberikan berupa infusoria sampai berumur 5 – 7 hari.
- Untuk melindungi anak ikan maka pada wadah pemeliharaan diberikan eceng gondok atau tanaman air berupa hydrilla.
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Pembenihan Ikan Mas Koki (Carrasius auratus)
Dari berbagai jenis ikan hias yang beredar di Indonesia, ikan mas koki merupakan jenis ikan hias yang dominan. Hal tersebut terkait dengan kelebihannya yaitu harganya yang relatif murah, bentuk siripnya yang indah, kepalanya yang menyerupai kepala singa serta tubuhnya yang dilapisi aneka warna dengan gerakannya yang semampai telah memikat hati para penggemarnya. Ikan mas koki berasal dari China, namun saat ini telah tersebar luas di Indonesia
Jenis Kelamin
Ikan mas koki yang telah matang gonad memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Ikan Betina
- Pada bagian perut agak membesar
- Bentuk dubur besar dan bulat
Ikan Jantan
- Terdapat benjolan kecil warna putih pada tutup insang atau terkadang pada jari-jari pertama sirip dada
- Bentuk dubur oval dan kecil
Kolam Induk
- Induk jantan dan betina yang telah berumur 2 – 4 tahun, ditempatkan secara terpisah dalam bak yang cukup mendapat sinar matahari
- Ukuran bak 2 x 2 x 0,6 m3 yang dilengkapi saluran pengeluaran air
- Air berasal dari air tanah yang telah diendapkan atau ledeng yang kaporitnya telah dinetralisasi
- Untuk menghilangkan kadar kaporit pada air ledeng tambahkan 1 sendok makan sodium thiosulfat per 200 liter air
- Pakan yang diberikan berupa cacing rambut atau pakan buatan dengan kadar protein minimal 15%.
Pemijahan
- Bak Pemijahan dijemur terlebih dahulu sampai dasarnya kering
- Masukkan air setinggi 25 cm, kemudian untuk mengendalikan suhu air digunakan aerator dan thermostat
- Masukkan kakaban atau tanaman air yang mengapung sebanyak 1/3 luas permukaan sebagai tempat menempelnya telur
- Suhu media pemijahan 23-270C, pH 7,2 – 7,5, Oksigen terlarut 5 ppm, kesadahan air 50 – 200 dH ( 1 dH= 7,1 ppm)
- Induk mas koki dimasukkan ke dalam bak pemijahan dengan
perbandingan betina : jantan = 1:3. Pemijahan berlangsung pada malam hari menjelang subuh
- Keesokan harinya, telur-telur hasil pemijahan menempel di kakaban
- Hindarkan telur-telur dari curahan air hujan atau sengatan sinar matahari
- Telur dibiarkan di kakaban sampai menetas, induk dipindahkan kembali ke kolam pemeliharaa induk.
- Untuk menjaga kualitas air pemeliharaan larva, dilakukan penggantian sebagian air dengan cara menyiphon dan meningkatkan aerasi.
- Untuk menghindari tumbuhnya jamur, teteskan malachit green 1 ppm (1 mg untuk 1000 liter air) pada media pemeliharaan. Setelah 15 menit air dibuang dan diganti dengan air yang baru.
- Telur akan menetas dalam waktu 2 hari pada suhu 27 0C menjadi larva ukuran 5 mm
- Setelah larva berumur 2 – 3 hari diberikan pakan berupa jasad renik (moina, daphnia, infusoria dan rotifera), cacing rambut atau makanan buatan
- Seleksi terhadap larva ikan sebaiknya dilakukan secara rutin setelah larva berumur 2 minggu, 3 minggu dan 2-3 bulan
Pemeliharaan di akuarium
Ukuran akuarium yang biasa digunakan untuk memelihara ikan mas koki yaitu 90 x 30 x 38 cm. Suhu air pemeliharaan yang sesuai adalah 18 – 21 0C, pH < 8. Pakan yang diberikan berupa pakan alami atau pakan buatan sebanyak satu kali/ hari. Proses penggantian air dilakukan seminggu sekali sebanyak ¼ - 1/3 bagian dengan cara menyipon, sedangkan untuk membersihkan kotoran yang melayang dalam air digunakan filter.
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
Ikan Botia
Tahukah anda bahwa memelihara ikan botia sungguh sangat mengasyikan. Bagi para penghobi ikan ini sangat indah untuk dilihat. Bentuk tubuhnya yang agak pipih dan agak bulat memanjang ditambah pula bentuk perut yang hampir lurus dengan lengkung sirip punggung lebih depan posisinya dibandingkan sirip perutnya dan bersifat anal berpasangan, menambah bentuk eksotika ikan botia sebagai ikan hias. Apalagi adanya empat pasang sungut yang dimilikinya.
Sementara Memandang corak warna tubuhnya yang yang memiliki dasar merah jingga kekuning-kuningan dengan balutan tiga garis lebar atau pita hitam yang melingkar di tubuhnya sungguh sangat menyejukkan hati yang memandang. Perlu juga diketahui bahwa ikan ini termasuk ikan yang tidak memiliki sisik. Tetapi hati-hati bila memegang ikan ini karena ia memiliki senjata untuk melindungi diri dari serangan berupa patil di bawah matanya yang tersembunyi dan akan keluar bila ia merasa dalam bahaya karena itulah ia sering pula disebut si mata berduri. Tidak salah bila botia bisa menjadi obat penghilang stress bagi pemeliharanya.
Botia, didalam buku Saanin (1984) disebutkan memiliki 2 macam spesies, yaitu Botia macaracanthus dan Botia hymenphysa. Di dalam buku lain yang di tulis oleh Kottelat dkk (1993), ikan botia memiliki tiga spesies, yaitu Botia macaracanthus,Botia hymenphysa dan botia reversa. Ketiga spesies ini dibedakan salah satunya perbedaan jumlah pita hitam yang melingkar di tubuhnya. Botia macaracanthus memiliki 3 pita hitam,Botia hymenphysa mempunyai 13 – 15 pita hitam dan botia reversa memiliki 12 pita hitam. Secara taksonomi ikan hias botia masuk dalam kategori famili cobitidae. Berikut klasifikasi ikan botia lengkapnya :
* Kingdom : Animalia
* Fillum : Chordate
* Kelas : Osteichthyes
* Subkelas : Actinopterygii
* Ordo : Teleostei
* Subordo : Cyprinoidea
* Famili : Cobitidae
* Genus : Botia
* Spesies : Botia macaracanthus,Botia hymenphysa, Botia reversa
Di alam ikan ini dapat mencapai ukuran 30 – 40 cm sedangkan di akuarium dapat mencapai panjang maksimal 11 – 14 cm. ikan botia betina dapat mencapai berat 80 gram setelah dewasa. Sementara jantannya dapat mencapai 40 gram. Umur ikan botia termasuk panjang. Usianya dapat mencapai umur 20 tahun.
Ikan botia yang merupakan salah satu primadona ikan hias Indonesia yang diekspor ke luar negeri, dapat dijumpai di perairan batang hari jambi dan sungai barito di kalimantam yang karakteristik perairannya sesuai dengan habitat ikan botia yang menyukai perairan tenang, gelap dan suka bersembunyi tapi ia tidak menyukai adanya lumpur. Ikan botia yang suka hidup berkelompok ini dapat hidup pada kualaitas air dengan kisaran pH 5,0 - 7,0 suhu 24 - 30 derajat Celcius dengan oksigen terlarut 5 – 8 ppm dan kadar amoniak < 1,0 ppm.
Ikan botia yang juga disebut sebagai ikan badut karena bentukya yang menyerupai badut ini sudah dapat dilakukan pemijahan terkontrol sejak tahun 1990-an yang penelitiannya salah satunya dilakukan oleh BBAT Sukabumi dan sudah berhasil. Sehingga kekhawatiran akan punahnya ikan ini akibat penangkapan besar-besaran dapat terjawab.
Pembenihan ikan botia mudah dilakukan. Penting untuk selalu menjaga kualitas air seperti syarat di atas. buatlah kondisinya seperti ditempat habitat aslinya dengan memberikan paralon untuk dia bersmbunyi misalnya.
Pemeliharaan telur yang sudah diinkubasi air kemudian biarkan menetas kira-kira 15 – 26 jam. Kemudian larva tersbut diberi pakan setelah berumur 3 hari. Setelah 25 – 30 hari larva botia akan berkembang menjadi benih ikan botia. Media yang digunakan adalah air sumur atau air PAM yang sudah diendapkan dan diaerasi.
sumber : http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id
Arwana si Ikan Naga (Dragon Fish)
| Arwana si Ikan Naga (Dragon Fish) | | | |
| |
| Ikan arwana termasuk salah satu primadona ikan hias. Ikan ini bagi sebagian orang terutama orang tionghoa dianggap sebagai pembawa hoki atau keberuntungan bagi yang memilikinya. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika ikan ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di pasar ikan hias. Harganya bisa mencapai jutaan bergantung pada keelokan dan keindahan warnanya. Semakin indah dan elok maka semakin mahal harganya.
Ikan arwana masuk dalam kategori satwa langka yang dilindungi di Indonesia. Arwana juga digolongkan dalam kategori ikan primitive dan diyakini sebagai ikan purbakala yang telah berevolusi selama lebih dari 10 juta tahun yang lalu. Fosil-fosil yang ditemukan dan mirip dengan ikan arwana ditemukan diberbagai tempat dan diduga berumur berkisar antara 10 – 60 juta tahun yang lalu. Hal ini membuktikan bahwa ikan arwana berumur panjang dan tidak punah dengan perubahan zaman ke zaman.
Ikan arwana memiliki banyak nama lain antara lain ikan naga, siluk, barramundi, kayangan, peyang dan lain-lain. Secara taksononomi ikan arwana masuk dalam kategori famili ikan “karuhun” yaitu Osteoglasidae atau famili ikan lidah bertulang (bony-tongue) dikarenakan bagian dasar mulutnya berupa tulang yang digunakan sebagai gigi.
Berikut Klasifikasi Ilmiah Ikan Arwana :
Ikan arwana termasuk golongan karnivora bersifat predator, memiliki tubuh yang memanjang, ramping dan “stream line”. Letak sirip dubur berada jauh di belakang badan. Bentuk tubuh dengan penampilan yang cantik, unik dan memiliki warna yang sangat mengagumkan. Variasi warna tubuhnya mulai dari warna hijau, perak dan merah. Sisiknya besar dengan susunan yang harmonis menambah keindahan ikan tersebut. Sungut yang berfungsi sebagai sensor getaran untuk mengetahui posisi mangsanya terletak di bagian mulutnya yang berjumlah dua buah. Sungut tersebut merupakan salah satu kriteria penilaian tentang keindahan seekor ikan arwana. Bentuk mulut arowana mengarah ke atas. Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup kokoh. Giginya berjumlah 15-17 buah.
Ikan arwana merupakan salah satu ikan hias dengan ukuran besar. Panjang arwana dewasa sangat bervariasi, antara 30-80cm. Dalam akuarium ikan arwana mencapai panjang 60 cm, sementara di alam ikan arwana dapat berkembang sampai mencapai panjang 90 cm. Untuk jenis tertentu seperti ikan arwana yang berasal dari amerika selatan dapat mencapai ukuran hingga 270 cm. Untuk itulah, tidak semua orang senang memeliharanya karena membutuhkan tempat yang sangat besar berbeda dengan beberapa ikan hias lain yang berukuran mini.
Ikan arwana termasuk ikan dengan laju pertumbuhan yang sangat tinggi. Ikan arwana termasuk dalam kategori sebagai predator karena itu dapat memakan ikan-ikan yang lebih kecil darinya dan memiliki tubuh memanjang, lunak & tidak berduri. Makanan yang sering diberikan untuk arwana antara lain adalah serangga, jangkrik, udang tawar, kodok, kelabang, kadal, belalang, ulat dan cicak. Ikan arwana pada dasarnya bukan ikan pemilih dalam hal makanan. Ikan ini memakan segala jenis pakan untuk ikan karnivora tapi dalam keadaan tertentu hanya menyukai salah satu jenis pakan saja.
Membedakan ikan arwana jantan dan betina memang agak sulit dilakukan tapi masih mungkin dibedakan secara visual dengan melihat bentuk mulut, bentuk pipi dan bentuk tubuhnya. Secara detail dapat dilihat pada tabel berikut :
Menurut Allen et. al. (2000 dalam [2]), arowana hidup di sungai dengan dasar berbatu-batu, danau, rawa dan perairan umum yang berarus sedang atau lambat. Mampu hidup di perairan yang sedikit asam (pH 4-6). Pada fase perkembangbiakan, arowana mempunyai kebiasaan menjaga anaknya dalam mulut (mouth breeder). Fekunditas ikan ini berkisar antara 20-60 butir telur yang erat kaitan dengan umur ikan. Pengeraman telur dan mengasuh anak berlangsung antara 1-2 bulan. Anakan arowana mempunyai kuning telur yang akan diserap sebagai makanan dalam waktu 1 bulan sampai ukuran 6-7 cm, setelah itu dilepas induknya karena dianggap sudah dapat mencari mangsa sendiri. Arowana dewasa dikenal hidup menyendiri dan agresif menyerang untuk berkelahi. Arowana aktif berenang di permukaan air pada malam hari untuk mencari mangsa, sedangkan pada siang hari cenderung tinggal di dasar perairan.
Habitat ikan arwana sendiri, pada tepian sungai yang ditumbuhi pepohonan yang memiliki akar dasar sungai tetapi dedaunannya rimbun. Karena itu, ikan ini banyak ditemui di Kalimantan Barat, tepatnya banyak dijumpai di Kabupaten Kapuas Hulu Kecamatan Slimbau, di daerah banjiran yang banyak hutan rawang dan dasar tanahnya berkapur dan dapat juga di jumpai di Sumatera Selatan di daerah rawa banjiran yang dasar tanahnya bergambut.
Jenis-jenis ikan arwana antara lain adalah arwana merah dengan 4 varietasnya (Merah darah, merah cabai, merah orange, dan merah emas), arwana golden, arwana hijau, arwana banjar dan arwana jardini. Jenis arwana yang saat ini berkembang di Indonesia ada empat jenis, yaitu Arwana Super Red, Arwana Golden, Arwana Jardini/Arwana Perak.
Saat ini ikan arwana sudah dapat dibudidayakan. Walaupun dalam membudidayakannya harus sangat hati-hati. Keadaan air yang tidak baik sedikit saja dapat menyebabkan ikan arwana mati. Ketersediaan oksigen juga perlu diperhatikan karena dapat juga menyebabkan kematian karena itu aerator harus selalu berfungsi dengan baik dan selalu sediakan aki sebagai cadangan jika listrik padam. Diketahui bahwa perkembangan budidaya ikan hias arwana sangat menjanjikan. Beberapa daerah yang sudah dapat membudidayakan ikan arwana antara lain, daerah kalimantan barat, jawa barat seperti bandung dan cianjur dan sumatera. Beberapa pusat penelitian perikanan telah melakukan penelitian terhadap ikan ini yaitu Balai Besar Air Tawat Jambi dan Pusat Riset di Bogor.
Perdagangan ikan hias pun sangat menjanjikan termasuk di dalamnya ikan hias arwana. Tujuan perdagangan ikan hias arwana terutama ke negara singapura, taiwan, jepang, hongkong dan korea. Jika di lihat dari daerah tujuannya memang dapat disimpulkan bahwa yang membeli adalah negara yang ada etnis tionghoanya, yang mereka masih mempercayai bahwa ikan arwana sebagai pembawa keberuntungan. sumber : http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id |
Budidaya Ikan Arwana
| Budidaya Ikan Arwana | | | |
| |
| Teknik budidaya ikan arwana sendiri sebenarnya tidaklah sulit hanya saja memang dibutuhkan ketelitian dan ketekunan yang tinggi karena ikan arwana harus selalu dijaga kondisi air, oksigen dan pakannya. Ikan ini dapat dikembangbiakkan di wadah budidaya seperti akuarium atau kolam.
Kualitas air yang selalu terjaga baik menjadi tuntutan dalam budidaya ikan ini. PH air untuk budidaya arwana sebenarnya sangat lebar tapi lebih disarankan untuk memudahkan pemeliharaannya PH airnya disesuaikan dengan kondisi air pada kondisi sebenarnya di alam yaitu PH 6,8 – 7,5 dan suhu 27 – 29 C. Sedangkan penggantian air untuk menjaga kualitas air, dilakukan sebanyak 30 – 34 % dari total volume dengan air deklorinisasi. Penggantian air perlu dilakukan apalagi jika kondisi setelah hujan karena air hujan dapat mengakibatkan perubahan mendadak pada kualitas air. Pemberian pakan pada arwana sebaiknya diberikan pakan bervariasi yang mengandung protein sangat tinggi. Pakan untuk induk arwana dapat diberikan berupa ikan/udang rucah ditambah dengan pellet dengan kadar protein 32 %. Pemberian pakan ini dilakukan setiap hari dengan ketentuan 2% dari berat total tubuhnya. Kematangan gonad akan terjadi pada saat umur ikan arwana berumur 4 tahun dan sudah mencapai panjang 45 – 60 cm. Pemijahan akan terjadi sepanjang tahun. Puncak pemijahan akan terjadi antara bulan Juli dan bulan Desember. Ketika telah terjadi pemijahan maka induk jantan akan menjaga telur tersebut di dalam mulutnya selama 2 bulan. Untuk melepaskan telur yang ada dalam mulut induk jantan arwana, tarik secara perlahan dan hati-hati bagian bawah mulut arwana kemudian tekan ringan bagian tubuhnya. Larva dikumpulkan untuk kemudian diinkubasi. Masa inkubasi dengan cara ini lebih pendek dibandingkan dengan masa inkubasi normal yang dapat mencapai 8 minggu. Inkubasi dilakukan di dalam akuarium berukuran 45x45x90 cm dengan temperatur air 27 – 29 derajat celcius dan kadar oksigen terlarut 5 ppm. Untuk mencegah adanya infeksi pada saat penanganan larva dapat digunakan larutan Acriflavine 2 ppm. Selama periode inkubasi ini larva tidak perlu diberi pakan. Pakan larva sendiri didapat dari kuning telur yang akan habis pada minggu ke delapan. Setelah itu, larva harus diberi pakan hidup pertama untuk mencegah larva saling makan. Pada saat ini larva sudah dapat berenang bebas. Pakan hidup yang diberikan bisa berupa cacing darah atau anakan ikan yang ukurannya sesuai dengan ukuran mulut ikan arwana tersebut. Ketika larva telah mencapai ukuran 10 – 12 cm diberikan pakan berupa udang air tawar kecil untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya. sumber : http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id |
Budidaya Ikan Hias : Palmeri Tetra
Palmeri Tetra yang juga disebut Emperor Tetra atau ikan kaisar (Nematobrycon palmeri) berasal dari Kolombia, Amerika Selatan. Hidupnya di perairan tenang pada kolom air dan bersifat omnivora.
Ikan ini sangat berkawan sehingga dapat dipajang bersama ikan lain. Hidupnya berkelompok. Lingkungan hidupnya bersuhu optimal antara 23-25° C. Keasaman (pH) airnya sedikit asam sekitar 6,5-6,8. Sementara kekerasannya 8° dH.
Punggung ikan ini mengilat, cokelat, dan ke arah depan agak hitam. Sirip ekor memanjang dan meruncing agak melengkung. Sirip ekor pada jantan bercabang tiga, sedangkan pada betina hanya bercabang dua. Dari pangkal mata hingga ujung ekor terdapat garis horisontal tebal. Di atas garis berwarna kebiruan, sedangkan di bawah garis kemerahan.
Untuk pemijahan, ikan ini dipasangkan masing-masing satu pasangan setiap akuarium sehingga wadahnya pun kecil. Sebagai sarangnya dapat digunakan enceng gondok atau mop dari raffia. Induknya harus sudah berumur lebih dari tujuh bulan. Agar kualitas telurnya bagus, diusahakan pakannya bervariasi, yaitu kutu air besar, jentik nyamuk, dan sedikit cacing sutera. Air untuk pemijahan berketinggian sekitar 15 cm.
Selain hanya berpasangan, pemijahan pun dapat dilakukan secara masal dalam akuarium besar. Perbandingan jantan betina sekitar 1 : 2-3. Di dalam akuarium pun tetap diberi substrat atau sarang dari mop raffia.
Setelah berpijah, telur ataupun induknya dipindahkan dari wadah. Air untuk penetasan cukup sekitar 10 cm dengan aerasi lembut. Agar tingkat penetasan telurnya tinggi, ke dalam wadah penetasan diberi obat antijamur seperti metil biru.
Bila perawatannya baik, telur akan menetas dalam waktu 36 jam. Larva yang baru menetas tersebut dapat diberi pakan infusoria selama 2-3 hari untuk selanjutnya dapat diberi kutu air. Larva ini sudah mulai bisa berenang setelah berumur empat hari. Untuk pembesarannya, benih dipindahkan ke akuarium yang lebih besar sesudah berumur satu bulan. Kalaupun masih tetap menggunakan akuarium untuk pembesaran, kepadatannya perlu dikurangi dengan cara penjarangan.
Pakannya dapat berupa cacing sutera. Bila menggunakan akuarium, penggantian air harus dilakukan setiap hari. Sementara kalau menggunakan kolam, penggantian airnya dilakukan setiap tiga hari sekali. Jumlah air yang diganti cukup sepertiga hingga separonya. Biasanya dalam jangka waktu dua bulan ikan sudah bisa dipanen dengan ukuran 2,5 cm.
sumber : Darti S.L dan Iwan D. Penebar Swadaya, 2006
Nilai Ekspor Ikan Hias Bakal Naik 10%
JAKARTA. Bisnis ikan hias memang menggiurkan. Pasarnya bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga ekspor. Bahkan, permintaan dari pasar ekspor naik setiap tahun. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprediksi, nilai ekspor ikan hias tahun ini akan naik 10% dari USS 10 juta tahun 2009 menjadi sekitar USS 11 juta di tahun ini.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Made L. Nunana mengatakan, peningkatan ekspor ikan hias tersebut terutama karena naiknya permintaan ikan arwana dan cloumfish alias ikan nemo.
Kenaikan tersebut membuat market share atau pangsa pasar ikan hias Indonesia tahun ini naik dari 7,5% menjadi 7,8%-8% dari pasar ikan hias dunia. Sejauh ini, pemain utama perdagangan ikan hias di dunia adalah Singapura. Negara berwilayah imut ini menggenggam pangsa pasar 25%. Pemain besar berikutnya adalah China, Jepang, dan Thailand.
Tahun 2008 silam, nilai ekspor ikan hias Indonesia USS 8,3 juta, naik 13,7% dibanding 2007 sebesar US-S 7,3 juta. "Permintaan ikan hias di dalam dan luar negeri sangat tinggi karena ikan jadi hiburan bagi masyarakat kota," terang Made kepada KONTAN.
Sayang, prestasi Indonesia belum mampu mengimbangi kenaikan ekspor hias dari sejumlah negara lain yang lebih pesat. Keterbatasan sentra budidaya dan promosi jadi penyebab utama lambatnya kenaikan itu.
Sejauh ini, Indonesia mengekspor sebagian besar ikan hias ke Singapura Porsi ekspor ikan hias ke Negeri Mer-lion ini mencapai 20%. Lalu. 15% China dan 65% menyebar ke Hong Kong, Malaysia, Jepang, Uni Eropa, Korea Selatan, dan Amerika Serikat
Adapun ikan hias yang men-jadi unggulan Indonesia, antara lain arwana jenis Super Red. Ikan ini bisa dijual Rp 7 juta -Rp 8 juta per ekor. Lalu, arwana jenis Golden Red yang dilego Rp 3 juta- Rp 4 juta per ekor. Harga ikan ekspor bisadua kali harga lokal.
Selain arwana, ikan hias lain yang sedang naik daun adalah cloumfish yang dibanderol Rp 10.000-Rp 25.000 per ekor. Lantaran harganya murah, permintaan dari Malaysia, Jepang dan Eropa cukup tinggi
Jenis ikan yang diminati tahun ini memang berbeda dengan sebelumnya. Tahun lalu, para pembeli banyak kepincutikan koi ikan perot dan ikan cupang. Harga ikan koi bervariasi antara Rp 150.000 hingga ratusan juta rupiah per ekor. Sementara ikan perot dibanderol Rp 50.000-Rp 150.000 per ekor dan ikan cupang Rp 25.000-Rp 200.000 per ekor.
Incan Maulana, pemasok tanaman laut dan ikan hias ke Eropa bercerita, tahun ini, ekspor ikan hias memang lebih ramai ketimbang tahun lalu. Ia bahkan memperkirakan, ekspor kali ini bisa naik hingga 15%.
Memang, ekspor ikan hias ke Eropa sempat turun selama periode Mei-Agustus lalu. Ini lantaran Eropa memasuki musim panas. Pada musim tersebut banyak orang Eropa berlibur sehingga tidak belanja ikan hias. Tapi selain bulan itu, ekspor stabil dan bahkan naik," katanya.
Menurut dia, ikan yang paling digemari adalah arwana dan nemo. Incan yakin, tahun depan, popularitas nemo akan menggu guli arwana dan mem-buat ekspor ikan hias naik 20% ketimbang tahun ini
Senada, Ari Wahyuni, Koordinator Pembenihan Ikan Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BPBL) Lampung, mengatakan, ini permintaan cloumfish memang tinggi Sayang, budidaya cloumfish tidak bisa memenuhi permintaan yang banyak datang dari Malaysia itu. Alhasil, BPBL Lampung hanya mampu memasok ikan hias untuk keperluan lokal khususnya Jakarta.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad sebelumnya mengungkapkan, potensi budidaya ikan hias di Indonesia mencapai 1,5-1,6 miliar ekor per tahun.
Pengembangan pemasaran ikan hias kita bisa melalui tiga upaya. Pertama, mengembangkan pusat pemasaran dan pengembangan ikan hias seperti di Cibinong, Jawa Barat /foduajnenyelenggarakan pameran dan bursa ikan hias. Ketiga, memfasilitasi promosi pengusaha ikan hias.
Sumber: Harian Kontan, 12 Oktober 2010 Hal. 15
TIPS SUKSES BERTERNAK IKAN HIAS
Kelalaian adalah sumber malapetaka bagi penggemar. Sekali saja lalai tidak mengontrol aerator akuarium, bisa-bisa arwana mati. Apalagi ceroboh, tentu lebih fatal akibatnya. Maka bagi penggemar yang sungguh-sungguh mencintai Ikan Arwana, pastilah memperhatikan seluk-beluk di sekitar perawatan. Lantas apa yang harus dilakukan?
I. Perhatikan peralatan akuarium
Berhasil tidaknya akuarium menjadi tempat yang nyaman bagi Ikan Arwana, sungguh dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya.
- Aerator
Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air akuarium, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa pembakaran ke luar dari akuarium atau kolam Budidaya Arwana & Budidaya Ikan Arwana. Aerator dikatakan baik, jika arus listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya relatif banyak.
- Heater & Thermometer
Alat pemanas (heater) ini diperlukan terutama pada waktu suhu air akuarium ikan Arwana Red turun drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air atau termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater dan termometer ini sangat dibutuhkan.
- Filter
Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium. Kerja filter mencakup ini untuk menyedot air akuarium, menyaring, dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih.
- Lampu TL
Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga sanggup mempercantik penampilan akuarium. Tapi, jangan sampai sinar lampu TL justru menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. IdeaInya untuk akuarium seluas 80x40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.
2. Rajin melakukan perawatan akuarium
Mau tak mau jika Anda terlanjur mencintai ikan arwana dalam akuarium, cukuplah rajin melakukan perawatan. Sebab dengan demikian itu, penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar, dan menyenangkan.
- Pemberian makanan
Menu utama Red Arwana & Ikan Arowana dalam akuarium adalah kelabang. Tapi jangan terus- menerus diberi kelabang, sebaiknya divariasi dengan makanan lain. Contohnya: udang, kecoa, katak, lipan, kadal, maupun jangkrik.
- Pengontrolan & pergantian air
Dan jangan lupa, air akuarium dari Red Arwana & Ikan Arowana juga diganti. Namun pergantian air dipilahkan menjadi dua, yakni:
a) Pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium.
b) Total pergantian air dilakukan setiap, 3 bulan sekali. Jika Anda menggunakan air PAM, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium.
3. Penataan interior akuarium
Kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam bebas. Oleh karena itu, perlu penataan interior dalam akuarium Ikan Arwana Red. Ini berarti menuntut apresiasi estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan anggunnya ikan Arwana Red sanggup menampilkan nuansa kesejukan yang harmonis.
- Tanaman air
Mengingat asal-muasal Ikan Arwana Red yang suka bersembunyi di bawah tanaman air, maka kita pun siap menyediakan tanaman dimaksud. Ada beberapa jenis tanaman air yang dapat dipilih antara lain: Vallisneria spiralis, Hidrilla verticillata, Riccia fluiutana, Higrophila polisperma, Pistia stratiotes, Najas indica, dan sebagainya.
sumber : Bambang Sunarno, IN AzNa Books, 2010
KIAT SUKSES BETERNAK IKAN TETRA
A. JENIS IKAN TETRA
Jenis-jenis ikan TETRA terkenal cukup indah. Bermacam-macam jenis ikan hias tetra yang dikenal di Indonesia seperti Green Tetra, Blue Tetra, Silver Tetra, Neon Tetra & banyak lagi yang lain. Pada tulisan ini diketengahkan jenis neon tetra yang berasal dari sungai Amazon Amerika, dan telah berkembang biak di Indonesia.
Neon Tetra (Hyphessobryconnesi), Ikan hias ini termasuk ke dalam kelompok ikan hias yang paling menarik.
Tubuhnya berjalur merah dan biru hijau sepanjang tubuhnya dari insang sampai ekornya. Dalam budidaya ikan hias ini mudah dipelihara, kuat dan tidak gampang sakit/mati.
B. CARA PEMBIAKAN
Cara membiakkan ikan jenis ini masih cukup sulit dan memerlukan ketekunan serta pengalaman yang lama. Adapun untuk membiakan & budidaya ikan hias ini di perlukan syarat-syarat tertentu antara lain:
1. Air harus steril dan bersifat asam (pH lebih kecil dari 6,4).
2. Senang pada tempat yang gelap.
3. Suhu sekitar 20°C.
Cara membedakan jantan dan betina adalah sebagai berikut:
1. Jantan: Garis tubuh pada jenis tetra neon lurus, bentuk agak panjang.
2. Betina: Bulat pendek dan perut membesar, garis tubuh pada neon tetra agak bengkok.
C. TIPS MEMBIAKKANNYA
1. Pisahkan induk-induk neon tetra.
2. Air hujan ditampung dan didiamkan sampai + 2 minggu.
3. Tempat yang dipergunakan untuk membiakkan, ikan tersebut dibersihkan terlebih dahulu dan dicuci dengan tawas.
4. Masukkan air hujan tersebut kedalam tempat pemijahan.
5. Tetesi dengan air rendaman kayu asam.
6. Didiamkan 2 - 3 hari.
7. Masukkan tanaman atau daun-daunan untuk meletakkan telur neon
tetra tersebut.
8. Masukkan induk tetra yang telah dipisahkan terlebih dahulu.
9. Tutuplah tempat tersebut dan berilah lubang cahaya sedikit agar supaya dapat melihat gerak-gerik ikan tersebut.
10. Jika terlihat jantan dan betina saling berkejar-kejaran, maka + 3 hari kemudian sudah terlihat telur-telur yang menempel pada daun atau akar yang telah disediakan.
11. Pindahkan induknya dan ditutup dengan kain hitam hingga tidak ada cahaya yang masuk.
12. Selama + 3 hari telur neon tetra tersebut menetas.
13. Anak ikan ini dapat diberi makanan infusoria yakni bakteri pembusuk pada daun kubis/kol yang dibusukkan setetes demi tetes. Anda bisa membelinya di toko, ikan hias maupun tempat jual ikan hias.
14. Setelah + 2 - 3 minggu penutup sudah boleh dibuka kembali.
15. Kemudian akan terlihat anak-anak ikan tetra.
Di daerah panas seperti Jakarta sebaiknya membiakkan Tetra ini dilakukan di kamar mandi yang hawanya lembab dan dingin.
sumber : Bambang Sunarno, In AzNa Books, 2010
TIPS SINGKAT BETERNAK IKAN CUPANG
Untuk induk cari yang berumur 4 bulan atau lebih, atau badannya udah besar. Pilih calon induk yang sehat, karena kalau tidak sehat tidak bisa dikawinkan.
Ciri-ciri jantan yang sehat adalah agresif jika ketemu lawan, bulu-bulunya mengembang saat ketemu lawan, gerakannya lincah, hanya memiliki satu warna karena kalau warnanya belang hasil anakannya biasanya tidak bagus, contoh kalau warna merah ya merah aja tidak ada warna yang lain.
Kalau yang betina ciri utamanya adalah perutnya buncit, ada titik kecil bewarna putih di bawah perut, dasinya pendek (dasi ini adalah sirip di bawah perut), suka main di dasar wadah.
Kalau tidak ketemu indukan seperti ciri-ciri di atas, mungkin bisa tanya penjualnya langsung, dan kalau sudah dapat, saatnya menyiapkan wadah untuk melakukan pemijahan. Wadah yang bisa anda gunakan adalah ember dengan ukuran 30 x 15 cm, akuarium kecil, toples, dll. Tapi lebih baik menggunakan akuarium kecil yang berukuran 25 x 20 x 15 (panjang x tinggi x lebar).
Setelah itu, isi wadah dengan air setinggi 10 atau 15 cm, gunanya agar nantinya setelah telur menjadi banyak mereka tidak sulit bernapas. Bisa pakai air PAM, air tanah, dan air galon. Di permukaan air berilah tumbuhan untuk tempat jantan membuat gelembung. Untuk itu gunakan plastik bening supaya kelihatan telurnya (info ini dari peternak cupang).
Induk sudah siap, wadah sudah oke. Saatnya melakukan pemijahan. Pertama, masukan jantan ke dalam wadah yang sudah berisi air, masukan
betina ke dalam wadah lain, bisa menggunakan wadah yang lebih kecil dari wadah pemijahan tapi harus transparan. Lalu letakkan bersebelahan dengan wadah pemijahan. Gunanya agar si jantan bisa PDKT ama betina, dan biar si betina tidak babak belur dihajar sama si jantan saat disatukan atau kawinkan. Menurut pengalaman, kalau tidak dibegitukan, si betina bisa mampus seperti yang dialami si betina para peternak pada umumnya. Si jantan bisa didiamkan selama 1 jam, 12 jam atau sehari tergantung keagresifan si jantan terhadap si betina.
Kalau dalam 1 jam si jantan sudah tidak agresif lagi, baru masukkan si betina ke wadah pemijahan, setelah itu tutup wadah. Gunanya, supaya kedua induk ini tidak malu, karena mereka punya rasa malu juga kalau lagi kawin kok diintip. Setelah beberapa jam, si cupang jantan akan membuat gelembung kecil sebagai tempat meletakkan telurnya. Ikan cupang biasanya kawin pada siang hari dan sore hari. Ada juga ikan cupang yang kawinnya jam 11 siang.
Saat ikan cupang kawin, mereka akan membengkokan diri satu sama lain. Setelah itu si betina akan mengeluarkan telur dan mengapung seperti mati. Si jantan kemudian memungut telur dan memasukannya ke gelembung yang sudah dia buat. Bagian ini sangat asyik untuk disaksikan, karena Anda akan jingkrak-jingkrak menyaksikan ikan cupang Anda memijah. Setelah semua telur terkumpul, biasanya si jantan akan mengusir si betina dari kumpulan telur. Di sini, anda harus memisahkan betina dari wadah pemijahan, karena pada saat itu dan sampai telur menetas, tugas ikan cupang jantan itulah yang menjaga telur-telur tersebut. Setelah itu tunggu selama kurang lebih 2 hari hingga telur tersebut menetas. Nah, selamat mencoba!
sumber : Bambang Sunarno, In AzNa Books, 2010
video ikan cupang bagian 3
ikan cupang
ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak disukai oleh orang, terutama oleh anak-anak. Pemeliharaan ikan cupang hias ini relatif mudah dan sederhana. Untuk kelangsungan hidupnya ikan cupang tidak perlu memerlukan kualitas air yang bagus hanya dengan dipelihara pada botol atau pun gelas yang diisi air cupang dapat bertahan hidup.
Ikan cupang tidak memerlukan suplai oksigen yang banyak karena ikan ini dapat mengambil oksigen langsung dari udara. pakan untuk ikan cupang bisa jentik nyamuk, cacing sutra, kutu air
video ikan cupang bagian 2
ikan cupang
ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak disukai oleh orang, terutama oleh anak-anak. Pemeliharaan ikan cupang hias ini relatif mudah dan sederhana. Untuk kelangsungan hidupnya ikan cupang tidak perlu memerlukan kualitas air yang bagus hanya dengan dipelihara pada botol atau pun gelas yang diisi air cupang dapat bertahan hidup.
Ikan cupang tidak memerlukan suplai oksigen yang banyak karena ikan ini dapat mengambil oksigen langsung dari udara. pakan untuk ikan cupang bisa jentik nyamuk, cacing sutra, kutu air
video ikan cupang bagian 1
ikan cupang
ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak disukai oleh orang, terutama oleh anak-anak. Pemeliharaan ikan cupang hias ini relatif mudah dan sederhana. Untuk kelangsungan hidupnya ikan cupang tidak perlu memerlukan kualitas air yang bagus hanya dengan dipelihara pada botol atau pun gelas yang diisi air cupang dapat bertahan hidup.
Ikan cupang tidak memerlukan suplai oksigen yang banyak karena ikan ini dapat mengambil oksigen langsung dari udara. pakan untuk ikan cupang bisa jentik nyamuk, cacing sutra, kutu air
Percantik Rumah dengan Akuarium
Saat ini kehadiran akuarium sudah semakin diperhitungkan. Keberadaannya tak hanya mampu menenangkan jiwa, tapi juga bisa membuat rumah tampak lebih cantik dan menarik.
Menurut arsitek Rosi Rahadi, sebenarnya sudah sejak lama keberadaan akuarium di dalam rumah diperhitungkan. Selain karena efeksensasiasinya yang bening, kegiatan "penghuni" akuarium yang dinamis, juga sanggup membuat suasana ruang menjadi tidakkosong. Tempat tinggal ikan hias itu memang kerap dianggap mampu mengubah ruang yang masih menjadi lebih "hidup".
Namun, hal tersebut bisa saja tidak terjadi tatkala si empunya rumah kurang memahami tata cara peletakan akuarium agar tak merusak estetika ruangan idealnya, letakkan akuarium di tempat-tempat yang regarif, dalam arti tempat-tempat yang kurang memliliki aktivitas. Atau, kita juga boleh memanfaatkan akuarium kecil berbentuk sepermpat bola, lalu ditempel di dinding. Biasanya akuarium itu diisi seekor atau sepasang ikan saja.
Peletakan sudah tepat, kini tinggal mrmikirkan tata percahayaannya karena akuarium juga memiliki fungsi penerangan ruang.Ya, akuarium dapat dimafaatkan sebagai alat penerangan buatan untuk bagian yang gelap dan kekurangancahaya alami, atau dijadikan alat penerangan pada ruang yang kerap digelapkan saat penghuni rumah sedang tidur, semisal ruang tamu dan ruang keluarga.
Efek cahaya merupakan salah satu elemen pendukung akuarium yang bisa mengubah tampilan ruangan menjadi lebih menarik. Caranya, sebut Rosi, letakan lampu akuarium seolah-olah tersembunyi atau tidak terlihat secara langsung. "Jadi.lampu itu gunanya untuk menjadikan akuarium bagai memiliki cahaya sendiri.atau dengan kata lain membuat akuarium menjadi bercahaya,"imbuh Rosi.
Sesuaikan ukuran lampu dengan besar akuarium. Begitu pula dengan warna lampu, perlu disesuaikan dengan tema ruangannya, yang sekaligus berfungsi sebagai UV buatan bagi kelangsungan hidup penghuni akuarium tersebut. Cara kreatif lain, buat cahaya akuarium dengan meletakan lampu di langit-langit tetapi yang bisa tembus pandang keruang di bawahnya.
Tipe Minimalis
Kita tahu, bentuk dan ukuran akuarium cukup beragam. Ada yang berbentuk kotak, lonjong, persegi panjang, bahkan bulat seperti stoples. Sedangkan untuk ukuran yang kecil hingga paling besar. Ada pula akuarium yang hanya berukuran sebesar stpoles. Walaupun terlihat kecil, jenis stoples ini mampu mempengaruhi keindahan sebuah ruangan.
Menurut Rosi, akuarium kecil ini sangat lazim digunakan pada hunian bergaya minimalis. Jenis akuarium ini bisa memberi efek pembeda dari elemen disekelilingnya. Sifatnya yang cenderung kontras dan transparan sangat pas diaplikasikan pada bagian ruang yang masif, sederhana, atau sepi. Efek ini biasanya timbul dari sesuatu yang kecil di antara yang besar atau sedikit. Itu merupakan salah satu teori dalam desain minimalis. "Yakni sesuatu yang kecil atau sedikit namun sangat terasa pada ruang yang sederhana. Letaknya pun bisa jadi tidak lazim." imbuhnya.
Akuarium tipe minimalis biasanya menggunakan frame yang sederhana, bahkan bisa dibilang tidakmemiliki motif ataupun frame. Hal ini berbading terbalik dengan akuarium tipeetnik. Jenis akuarium ini sering menggunakan frame berbahan kayu berukir. Begitu pula akuarium berdesain klasik. Pada akuarium model ini frame yang digunakan memiliki lebih banyak detain.
"Jenis akuarium etnik dan klasik dapat menggunakan tempat seperti halnya meja akuariu. Namun untuk gaya minimalis, teknik peletakannya lebih bebas," ujar Rosi.
sumber : http://www.dkp.go.id
penyebab ekor cupang kuncup
bila ikan cupang anda kelihatan susah untuk berenang karena ekor menguncup satu dan ikan malas bergerak dan sering berada di dasar akuarium, kemungkinan besar ikan cupang tersebut terserang penyakit white spot atau penyakit jamur putih. Penyebab penyakit ini yaitu cendawan Ichtyophtirius multifilis.
White spot bisa menyebabkan luka di sirip sehingga pada waktu berenang sering terlihat tersentak-sentak dan membenturkan tubuh ke dinding akuarium. penyakit ini sering timbul pada kualitas air yang buruk.
Pengobatan ikan dilakukan selama 3 hari berturut-turut dan harus hati-hati agar semua sirip tidak rusak. langkah awal tambahkan garam dan tetrachicline dosis 0,5 g/l pada suhu air 26 derajat celcius. Pemberian obat jamur seperti Gold 100 dosis 1/3 sendok teh/liter air dapat dilakukan. kemudian diamkan cupang selama 8 jam sebelum dipindahkan ke wadah lain. Air dalam wadah harus diganti sebanyak 50% setiap hari dan tetap diberi obat anti jamur.
Budidaya Ikan Koi (Cyprinus carpio)
Penulis : Admin
Ikan Koi termasuk ke dalam golongan ikan carp (karper). Harga Koi sangat ditentukan berdasarkan bentuk badan dan kualitas tampilan warna. Ikan koi pertama kali dikenal pada dinasti Chin tahun 265 dan 316 Masehi. Koi dengan keindahan warna dan tingkah laku seperti yang kita ketahui saat ini, mulai dikembangkan di Jepang 200 tahun yang lalu di pegunungan Niigata oleh petani Yamakoshi. Pemuliaan yang dilakukan bertahun-tahun menghasilkan garis keturunan yang menjadi standar penilaian koi. Beberapa varietas yang tersebar ke seluruh dunia digolongkan Asosiasi Koi Jepang (en Nippon Airinkai) menjadi 13 kelompok antara lain: Bekko, Utsurinomo, Asagi-Shusui, Goromo, Kawarimono, Ogon dan Hikari-moyomono. Sedangkan 5 golongan utama yaitu Kohaku, Sanke, Showa, Hirarinuji dan Kawarigoi.
Taksonomi koi adalah sebagai berikut:
Philum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Cyprinoformes
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Spesies: Carpio
Nilai koi tergantung dari ukuran, bentuk serta keseimbangan pola dan intensitas warna kulit. Koi terbaik adalah yang memiliki intensitas, keseimbangan dan kejernihan warna terbaik. Membeli koi kecil sebaiknya dipilih yang memiliki kepala terbesar, biasanya akan tumbuh menjadi ikan dengan tubuh besar. Bentuk yang paling baik adalah seperti “torpedo”.
1. Pemilihan lokasi & konstruksi wadah
Ikan koi secara alami hidup di air deras sehingga membutuhkan air jernih dan berkadar oksigen tinggi. Pemeliharaan ikan koi yang terbaik adalah di kolam sehingga mudah mendapatkan makanan alami dan sinar matahari untuk merangsang pewarnaan tubuh. Kolam sebagian dinaungai karena sinar matahari yang terlalu banyak menyebabkan suhu air kolam meningkat dan air kolam menjadi keruh akibat blooming fitoplankton.
Koi berukuran kecil dapat ditempatkan di akuarium, walaupun ini tidak dapat menjadi habitat permanen. Bila dipelihara dalam kelompok, koi akan belajar untuk tidak mengganggu ikan yang berukuran sama, tetapi memakan ikan yang lebih kecil. Koi suka menggali dasar kolam sehingga menyebabkan akar tanaman rusak.
selengkapnya.................................
sumber : http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id
syarat lingkungan bagi kehidupan ikan koi
beberapa hal yang menjadi syarat lingkungan bagi kehidupan ikan koi yaitu,
1. air
ikan koi akan hidup lebih baik pada air yang mengandung oksigen yang banyak / cukup, maka oleh sebab itu jika ikan koi dipelihara pada kolam yang kurang sirkulasi airnya lebih baik dipasang aerator untuk mensuplai oksigen ke dalam kolam.
ikan koi sebagai ikan hias akan lebih baik dibudidayakan pada air yang jernih jangan dibudidayakan pada air yang keruh, karena selain mengganggu kehidupan ikan, juga keindahan ikan tidak akan terlihat.
2. kolam
konstruksi kolam bagi kehidupan ikan koi dapat berupa kolam tembok atau kolam tanah yang telah dimodifikasi. untuk jenis kolam tembok bisa dibuat sesuai dengan keinginan kita, bisa berbentuk persegi, bulat, atau bentuk lainnya kadang bentuk kolam ini disesuaikan dengan kondisi lahan di lapangan. Pada kolam tanah sebaiknya dipinggir pinggir kolam dipasang batu-batu kali. Dasar kolam tidak berlumpur banyak,
jenis-jenis ikan mas yang digolongkan ke dalam ikan hias
Ciri yang menonjol dari ras ini adalah semua siripnya berukuran panjang dan berumbai, sehingga terlihat indah saat berenang. Warna sisiknya sangat bervariasi, mulai dari warna putih, kuning, merah, hingga hijau gelap. Bentuk tubuhnya memanjang seperti ras sinyonya. Pertumbuhannya relatif lambat. Kadang-kadang, ras ini juga dimanfaatkanan sebagai ikan konsumsi.
Ras Kancra Domas
Bentuk tubuh ras ini memanjang. Gerakannya mirip ikan mas taiwan, yaitu selalu aktif dan kurang jinak. Sisiknya berukuran kecil dan tidak beraturan dengan warna yang beragam, ada biru, cokelat, atau hijau. Sisik di daerah punggung berwarna gelap dan semakin ke arah perut warnanya semakin terang keperakan atau keemasan.
Ras Kaca
Ciri khas ras ini adalah tidak seluruh tubuhnya tertutup sisik. Bagian yang tidak tertutup sisik sepintas seperti kaca bening. Mungkin karena itulah, ras ini disebut dengan ras kaca. Sisiknya hanya terdapat di sebagian kecil bagian tubuhnya, yaitu di sepanjang gurat sisi (linea lateralis) dan di sekitar pangkal sirip yang memiliki sisik berwarna putih mengkilap. Ukuran sisiknya relatif besar dengan ukuran tidak seragam.
Ras Fancy
Bentuk tubuh ras ini memanjang. Warna sisiknya bervariasi, ada putih, kuning, merah, hingga totol-totol berwarna hitam. Karena warna tubuhnya yang bervariasi, ras ini sering juga disebut dengan Koilokal.
Ras Koi
Ras ini berasal dari Jepang.sebagian orang mengatakan bahwa ras ini mulai populer di Indonesia sejak tahum 1980-an. Bentuk tubuhnya bulat memanjang. Warna sisiknya bervariasi, mulai dari putih, kuning, merah menyala, hitam, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Para konsumen umumnya menyukai jenis Koi bastar yang mempunyai totol-totol dengan warna tertentu. Gerakannya lambat dan cukup jinak. Ras koi mempunyai bermacam-macarn nama sesuai dengan warna tubuhnya, milsalnya platinum nishikigoi, shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku nishikigoi, atau taishusanshoku nishikigoi.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008