Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

1. Fish are dependent for food directly or indirectly on plants.
2. The weight of fish which can be produced in natural waters is dependent upon the ability of the water to raise the plants. We could increase production by adding plant organic matter produced elsewhere.
3. The ability of water to produce plants is dependent upon sunshine, temperature, CO2, Mineral from soil or rocks, nitrogen (NO3- and NH4-) , O2 and water.
4. The Natural fertility of the water is dependent on the fertility of the soil in pond bottom and watershed.

5. Fertlity of water can be increased by adding inorganic fertilizers.
6. After adding all essential minerals and all available nitrogen, the next limiting factor is CO2. This compound can be increased by adding organic matter followed by liming (Ca, Mg).
7. The next limiting factor in fish production, after mineral and CO2 are provided, is oxygen demand of all living and dead organisms in the water. This can be supplied by running water rich in oxygen or pumping water from the bottom and aerate it. If oxygen in the water falls below 1.0 ppm, fish die. One ppm oxygen is enough for fish in resting condition, but for active fish, 3.0 ppm is needed.

8. Microscopic plants (planktonic algae) are the principal food producing plants for fishes.
9. Microscopic plants are the most desirable, because : (a) short life cycle, (b) mobility, (c) more nutritious, and (d) small size.
10. Rooted plants are less desirable, because: (a) long life, (b) immobility, (c) less nutritious, (d) large size, and (e) shading effect.
11. a. The more fertile the water the heavier the plankton concetration becomes, the more shallow becomes light penetration and photosynthesis. b. Heavy plankton concetration in top water causes shallow stratification and low oxygen or none in deeper water. Strong wind, or heavy cold rain causes overtum, causing trouble to the fish. Water with no oxygen spread too fast and could kill the fish. Heavy plankton can be killed by the use of CuSO4. Light can penetrate deeper, so does the production of oxygen. c. the deeper the fertile lake or pond (heavy plankton) the higher the precentage of the total volume of water deficient of oxygen during period of stratification.

12. Rooted plants are desitable, in part, in waters of low fertility, because : (1) Oxygenate deep water as far down and light penetrates, (2) draw nutrients from pond bottom soil, (3) prevent marginal erosion, (4) provide surface for food organisms, and (5) provide food for fish derectly or indirectly.
13. The longer the food chain from plant to fish the lower the production of fish obtained. The conversion rate from: Plant to fish = 5 – 10 Plant to insect = 5 – 10 Insect to fish = 3 – 10 fish to fish = 2 – 5
14. At a given level of fertility the fish production is constant for a particular species and a certain rate of stocking. The total pound/acre is dependent upon the number of fish present and the size harvested. Small fish produce high number of lbs/acre, and large ones produce small number of lbs/acre.
15. For short period of time we can regulate number ( and final size) by the number stocked. This can be done by frequent draining before the fish are old enough to spawn. For non spawner there would be no difficulity. Mortality rate can be up to 20 percent a year.
16. For long period of time the number of fish and sizes must be controlled by biological methods such as: 1. Repression - prevents reproduction, e.g. carp. 2. Predation - method of controlling the number of young fish. 3. Starvation - this could lead to weakning of fish, thus vulnerable to disease and parasites. 4. Limited spawing area


17. The greatest total weight to any one forage species (for short periode of time for piscivorous fish) can be produced in waters containing only that species.
18. The greatest total weight of fish can be produced by combination of forage fish differing in feeding habits.
19. The presence of piscivorous species decreases the total weight or fish, decreases the number of fish, but increases the average size.
20. The rate of feeding required to maintain a fish is less than the rate required for growth.
21. The amount of food required to maintain one-pound fish for one year is equal to the feed required to raise the fish to one pound.
22. A population of fish at a given level of food abundance will tend to expand until harvestable food equals the amount required for maintenance.
23. Feeding at maintenance is uneconomical for extended periods. Feeding to satiety is uneconomical too. Econimical feeding rate varies with the size of fish.
24. Economical feeding rate per acre is limited by the eficiency of the ecological system in waste disposal and reoxygenation.
25. High quality feeds must contain in proper proportion; protein for building fish flesh carbohydrate and fat for energy, minerals for contruction and regulation, and vitamins for regulation of life processes.
26. Quality of feed influences (a) the amount of waste, (b) health of fish, and (c) rate of growth.
27. By increasing feeding rate the stocking rate of fish can be increased. This could increase the incidence of parasites and diseases.
28. Within limits regulation of feeding rates can replace predation in obtaining a high percentage of harvestable fish.
29. Rates of growth of fish vary widely and are dependent upon : (a) their ability to grow, (b) the quality of feed, (c) space – waste disposal system, (d) temperature, (e) the amount of feed per individual.
30. Minimum age at spawning is dependent upon rate of growth.

H.S. SWINGLE Auburn University




jenis ikan yang cocok untuk dibudidayakan dan dikembangbiakan dipekarangan rumah

jenis ikan yang cocok untuk dibudidayakan dan dikembangbiakan dipekarangan rumah

budidaya ikan dipekarangan rumah adalah memelihara ikan pada areal yang tidak begitu luas yang lokasinya berdekatan dengan rumah tinggal. media kolam untuk memelihara ikan dipekarangan rumah umumnya terbuat dari tembok, ataupun juga bisa menggunakan drum, terpal dan karpet.

jenis ikan yang cocok untuk dipelihara dipekarangan rumah diusahakan menggunakan jenis ikan yang tahan atau toleransi terhadap kualitas air, seperti : lele, nila, mujair, belut. dipilih ikan tersebut dikarenakan media pemeliharaan ikan dipekarangan rumah umumnya relatif sempit, sehingga kualitas air seperti oksigen pun tidak akan tersuplai secara sempurna baik secara difusi maupun input dari air yang masuk. ikan-ikan tersebut relatif tahan terhadap kondisi air kolam dengan kadar oksigen yang rendah karena ikan tersebut mempunyai alat pernapasan tambahan yaitu seperti Lele. kalau untuk ikan nila ataupun mujair, ikan ini mempunyai toleransi yang besar terhadap kualitas air yang jelek tetapi apabila kita ingin membesarkan atau memijahkan ikan ini maka persyaratan kualitas airpun perlu dipenuhi.

belut dapat hidup tumbuh dan berkembang pada areal yang sempit, sekalipun dipelihara di dalam drum, asalkan media untuk memelihara belut ini dicukupi sesuai dengan kondisi hidup di alam.

jadi dalam memelihara ikan dipekarangan rumah adalah merupakan pilihan alternatif dari cara berbudidaya ikan dengan alasan bahwa areal untuk dijadikan lahan budidaya sudah tidak ada. dan budidaya di pekarangan rumah ini cocok dikembangkan di kota yang relatif lahan budidayanya sempit. keuntungan dari berbudidaya ikan dipekarangan rumah ini adalah selain kita bisa mendapatkan penghasilan dari hasil budidaya kita juga bisa membantu kebutuhan konsumsi ikan rumah tangga.




cetak halaman ini

IKAN

IKAN
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin)[1] yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).

Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan.

EKOLOGI IKAN
Ikan dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan untuk dipelihara untuk dipamerkan dalam akuarium.

Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain, seperti moluska dan krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan. Menangkap ikan untuk keperluan makan dalam jumlah kecil atau olah raga sering disebut sebagai memancing. Hasil penangkapan ikan dunia setiap tahunnya berjumlah sekitar 100 juta ton.

Overfishing adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris untuk menjelaskan penangkapan ikan secara berlebihan. Fenomena ini merupakan ancaman bagi berbagai spesies ikan. Pada tanggal 15 Mei 2003, jurnal Nature melaporkan bahwa semua spesies ikan laut yang berukuran besar telah ditangkap berlebihan secara sistematis hingga jumlahnya kurang dari 10% jumlah yang ada pada tahun 1950. Penulis artikel pada jurnal tersebut menyarankan pengurangan penangkapan ikan secara drastis dan reservasi habitat laut di seluruh dunia.


Source : Wikipedia.org

Beberapa Departemen sudah membuka lowongan CPNS 2009

Beberapa Departemen sudah membuka lowongan CPNS.

CPNS Sekretariat Negara (6-9 Oktober 2009) KLIK DISINI

CPNS Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (15-28 September 2009) KLIK DISINI

CPNS Badan Pertanahan Nasional (daftar online 14 September – 5 Oktober 2009) KLIK DISINI

CPNS Badan SAR Nasional (15-29 September 2009) KLIK DISINI

CPNS Departemen Pendidikan Nasional seluruh unit kerja (SetJen, Dikti, PNFI, DitJenMandikdasmen) pendaftaran 14 September – 6 Oktober 2009 KLIK DISINI

CPNS Departemen Perhubungan (daftar online 10-24 September 2009) KLIK DISINI

CPNS Polri dari sumber pelamar umum (17 September – 8 Oktober 2009) KLIK DISINI

CPNS Badan Kepegawaian Negara alias BKN (15-30 September 2009) KLIK DISINI

CPNS Departemen Dalam Negeri (daftar online 13-17 September 2009) KLIK DISINI

CPNS Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika alias BMKG (14 Sep-5 Okt 2009) KLIK DISINI

CPNS Departemen Perdagangan (daftar online 8-12 September 2009) KLIK DISINI

CPNS Bappenas (daftar online 9-17 September 2009) KLIK DISINI

CPNS LIPI (daftar online 3-25 September 2009) KLIK DISINI

CPNS Departemen Pekerjaan Umum (daftar online 3-30 September 2009) KLIK DISINI

CPNS Departemen Kehutanan (expired 30-09-2009) KLIK DISINI

CPNS Kejaksaan (28-30 September 2009) KLIK DISINI


sumber : http://creativesimo.wordpress.com

Lowongan CPNS 2009 Departemen Perhubungan bulan agustus sampai desember 2009

PEMBERITAHUAN

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan dalam waktu dekat akan memberi kesempatan kepada Putra/Putri terbaik untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Ditjen Hubla melalui seleksi pengadaan CPNS Tahun Anggaran 2009 untuk ditempatkan di Seluruh Wilayah NKRI, dengan kualifikasi Pendidikan sebagai berikut:

- S1/Diploma IV atau ANT/ATT I usia maksimal 35 tahun
- S1/Diploma IV atau ANT/ATT II usia sda
- Diploma III atau ANT/ATT III usia sda
- Diploma III atau Pelayaran/KTK usia sda

Seleksi direncanakan antara bulan Agustus – September 2009. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bagian Kepegawaian dan Umum, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui kontak person, Eidy Sutrisno, Fauzi Effendi telepon 021-3504829. 021-3811308 Ext 4234, 4235

SB : www.dephub.go.id

Ekstrak Ikan Gabus, Percepat Penyembuhan

Ekstrak Ikan Gabus,Percepat Penyembuhan


Produk ekstrak gabus berguna membantu meningkatkan kesehatan serta mempercepat kesembuhan dan pemulihan penderita: kekurangan albumin, protein, haemoglobin, zat besi, penyakit stroke, diabetes mellitus, kanker, lupus, parkinson, jantung, penyakit hati, ginjal, asma, pasca operasi, lanjut usia, dan lain-lain.


Gabus Selayang Pandang
Ikan gabus dikenal dengan beberapa nama lain, misalnya: haruan, kocolan, bogo, licingan, kutuk/ kotes (Jawa), common snakehead (Inggris), dan Ophiocephalus striatus (Latin). Ikan ini termasuk dalam golongan ordo Labyrinthici, dengan ciri khas pada kepalanya terdapat rongga-rongga guna menyimpan persediaan udara untuk pernafasan sehingga dapat hidup di air dengan kadar oksigen yang rendah. Bersifat karnivora, gabus adalah pemakan hewan-hewan lain yang lebih kecil seperti cacing, anak ikan, udang, ketam dll.




Bentuk ikan gabus kepalanya
menyerupai ular, badannya hampir
bulat, panjang, dan makin ke belakang makin menjadi gepeng, punggungnya cembung dan perutnya rata. Panjang tubuhnya dapat mencapai 100 cm, dan hidupnya di muara-muara sungai dan danau-danau.

Ikan Gabus Untuk Program Kemanusiaan
Adalah Florentinus Nurtitus, S.Si.T, seorang ahli gizi (dietician) di Rumah Sakit Elizabeth Semarang, yang berhasil memproduksi dan memasarkan ekstrak ikan gabus sebagai suplemen makanan tambahan bergizi tinggi di Kota Semarang. Meskipun bukan pionir untuk penemuan ini, namun tekadnya yang kuat untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ikan patut diacungi jempol.

Awalnya Florentinus tidak berminat, namun dokter rekan sekerjanya terus mendesaknya
untuk menemukan sejenis makanan tambahan dengan harga murah dan mudah didapat. Rekan kerjanya menegaskan bahwa makanan tambahan ini sangat penting untuk kemanusiaan. Sebagai contoh, ketika kadar albumin seseorang rendah dan memerlukan penanganan medis di rumah sakit, maka akan diperlukan sedikitnya 6 pak infus albumin dengan harga sekitar Rp. 1.500.000,dan ini dinilai memberatkan pasien. Bandingkan dengan produk serupa yaitu Sari Mina yang hanya Rp.55.000 perpak dengan kemasan 50 cc,yang setara dengan 1 pak infus. Jika
diperlukan 6 pak berarti hanya Rp.
330.000.

Fenomena ikan gabus bermula dari penelitian khusus oleh Prof Dr. In Eddy Suprayitno MS, Guru Besar Ilmu Biokimia Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya tahun 2003, dengan judul'Albumin Ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) sebagai Makanan Fungsional Mengatasi Permasalahan Gizi Masa Depan". Penelitian tersebut membahas tentang gangguan sintesis albumin yang biasanya terjadi pada pengidap penyakit hati kronis, ginjal serta kekurangan gizi. Lebih lanjut, Dr. Eddy Suprayitno bekerjasama dengan dokter bedah digestif melakukan perbandingan antara Human Serum Albumin (HSA) yang harganya sangat mahal dengan Fish Albumin Ikan Gabus yang berharga jauh lebih murah. Terbukti suplemen ikan gabus dapat mempercepat penyembuhan luka hingga 30% (dari rerata 10 hari menjadi 7 hari).


Dalam penelitiannya, Dr. Eddy Suprayitno menjelaskan bahwa kandungan protein ikan gabus cukup tinggi bila dibandingkan ikan yang lain yaitu 25,2 g / 100 g daging ikan gabus segar. Ikan gabus juga mengandung 6,2 % albumin dan 0,001741% Zn dengan asam amino esensial yaitu treonin, valin, metionin, isoleusin, leusin, fenilalanin, lisin, histidin, dan arginin serta asam amino non esensial seperti asam aspartat, serin, asam glutamat, glisin, alanin, sistein, tiroksin, hidroksilisin, amonia, hidroksiprolin, dan prolin.

Penelitian manfaat ikan gabus untuk mempercepat perbaikan status gizi juga dilakukan oleh Dr.dr. Sri Adiningsih,MS,MCN, akademisi dari Universitas Airlangga dan Prof DR. dr Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK, ahli gizi dari Universitas Hasanudin. Untuk meningkatkan asas kepraktisan pengkonsumsian ikan gabus, Dr. Nurpudji bahkan telah mengembangkan supplemen tersebut dalam bentuk kapsul.


Sari Mina, Ekstrak Ikan Gabus Bentuk Cair
Sari Mina adalah produk olahan ikan gabus dalam bentuk ekstrak filtrasi beku yang telah diproduksi dengan sistem tertentu sehingga nilai gizinya sama dalam setiap kemasannya. Sari Mina dipasarkan dalam ukuran 5o cc /bungkus yang dikemas dalam kantung plastik dan disimpan dalam kondisi beku (< -10 derajat celcius) agar tahan lama dan dalam kondisi stabil (maksimal 3 bulan sejak diproduksi). Produk tersebut telah banyak digunakan pasien rawat inap maupun rawat jalan sejak awal tahun 2004 di RS Elisabeth Semarang.


Produk ekstrak gabus berguna membantu meningkatkan kesehatan serta mempercepat kesembuhan dan pemulihan penderita: kekurangan albumin, protein, haemoglobin, zat besi, penyakit stroke, diabetes mellitus, kanker, lupus, parkinson, jantung, penyakit hati, ginjal, asma, pasca operasi, lanjut usia, dan lain-lain.
Dosis yang dianjurkan untuk penyembuhan adalah 100 - 150cc per hari atau 2 - 3 bungkus (@ 5occ) per hari, dapat diminum langsung setelah ditiriskan dengan cara kemasan direndam dalam air hangat (tidak panas) pada waktu pagi dan sore, atau tergantung kebutuhan. Apabila Sari Mina digunakan untuk menjaga kondisi tubuh maka dosis bisa diatur antara 1-2 kali per hari saja atau cukup 1-2 bungkus (@ 5o cc) per harinya. Menurut Florentinus, kandungan albumin 1 pak kemasan Sari Mina setara dengan 20 butir putih telur.


Filtrat Sari Mina bisa langsung
diminum bagi pasien yang sadar atau
bisa dicampurkan ke dalam makanan lewat pipa (sonde) bila kondisi pasien sangat lemah sehingga tidak mampu makan atau kesulitan menelan atau
dalam kondisi tidak sadar. Apabila albumin pasien di dalam darah terlalu rendah dan diinstruksikan oleh dokter untuk ditambahkan albumin melalui pembuluh darah/infus maka pemberian/konsumsi Sari Mina bisa dihentikan dahulu dan apabila pemberian albumin telah selesai maka pemberian/konsumsi Sari Mina bisa dilanjutkan. Pemberian Sari Mina bisa juga tetap dijalankan walaupun ditambahkan albumin melalui infus dengan mempertimbangkan asupan total protein yang masuk disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi serta penyakit.


Gabus Tangkap Kandungan Proteinnya Lebih Tinggi
Ikan gabus yang diolah oleh Florentinus bukan dari sembarang tempat, ia hanya mengambil ikan dari perairan Rawa Pening Semarang. Pertimbangannya karena airnya tenang, luas dan masih alamiah. Menurut Florentinus, ikan gabus yang hidup dengan karakter air seperti ini mempunyai kadar protein yang lebih tinggi dibanding tempat lain. Sementara menurut penelitian Prof Dr. Eddy Suprayitno, kandungan albumin ikan gabus air payau lebih tinggi, 4,76 % dibanding gabus air danau yaitu o,8 %. Selain itu, gabus jantan kadar albuminnya 6,7 %, lebih rendah dibanding betina yang mencapai 8,2 %.


Ikan gabus yang akan diolah sebaiknya berukuran 1 kg atau lebih, karena jika beratnya belum mencapai 1 kg maka dari segi produksi kurang optimal karena kadar protein yang dihasilkan dari ikan yang beratnya di bawah 1 kg lebih rendah. Kadar
protein yang diperoleh dari 1 ekor gabus ukuran 1 kg, masih lebih tinggi daripada yang diperoleh dari 2 ekor ukuran 500 gram. Dalam satu kali produksi (biasanya 2 minggu sekali) dibutuhkan 70-100 kg ikan gabus, dan 1 kg ikan akan menghasilkan 170-200 cc ekstrak ikan gabus. Dalam melakukan proses produksinya, Florentinus dibantu oleh 6 orang pegawai.

Ketika awal-awal produksi, ekstrak gabusnya masih berbau sangat amis dan dikhawatirkan belum dapat diterima oleh setiap orang. Atas saran dari istrinya, maka Florentinus menambahkan esen aroma jeruk wangi pada ekstrak ikan gabusnya agar baunya tidak terlalu menyengat dan lebih dapat diterima oleh banyak orang.
Mengingat karakter ikan gabus yang cenderung cepat busuk dibanding dengan ikan lain karena kadar proteinnya yang sangat tinggi, maka ikan yang datang harus segera diolah. Permasalahan saat ini adalah ukuran pasokan ikan yang didapat seringkali kurang dari 1 kg. Namun Florentinus enggan mengambil gabus dari hasil budidaya atau gabus laut, karena gabus liar di perairan umum dinilai mempunyai kandungan protein paling tinggi.

Proses pembuatan ekstrak gabus Sari Mina :
1. Cuci dan bersihkan.
2. Sayat secara vertikal di sepanjang punggung dan seluruh badannya
3. Kukus ikan hingga minyaknya keluar.
4. Tampung minyak yang keluar dan takar sesuai ukuran
5. Tuang ke dalam kemasan plastik dan masukkan kedalam mesin pembeku.

sumber : Warta Pasar Ikan, Ditjen P2HP DKP, 2009

5 Tips Untuk Meningkatkan Ranking Alexa :

5 Tips Untuk Meningkatkan Ranking Alexa :

1. Alexa Traffic
Langkah yang paling dasar : Get lot of site traffic! Karena ide awal dari Alexa rank adalah untuk menentukan website mana yang memiliki traffic paling banyak dengan asumsi, banyak traffic = lebih populer. Yep, Alexa pada dasarnya adalah ranking popularistas suatu website.

2. Alexa Toolbar
Menggunakan browser yang terinstall toolbar Alexa bisa ningkatin ranking website kamu. Sebenarnya bukan hanya websitemu, setiap website yang dikunjungi browser yang terinstall toolbar Alexa juga mendapat “nilai” yang akan diperhitungkan dalam ranking. Lalu, bukankah pengunjung pasti dari websitemu adalah dirimu sendiri? So, kalau browsermu sudah terinstall toolbar, maka penambahan point ranking akan terjadi secara otomatis! Nah, toolbar Alexa tersebut bisa di install melalui link berikut :

3. Alexa Widget
Pasang Alexa site stat widget di websitemu. Alexa site stat ini mengandung javascript yang mengantarkan setiap data pengunjung (ping) ke server Alexa sehingga statistik Alexa menjadi lebih akurat. Scriptnya bisa diambil di sini. Tinggal copy paste. Ga perlu malu pasang Alexa widget yang gede, untuk mencapai hasil yang diinginkan tentunya ada harga yang harus dibayar kan? Siapa sangka dulunya ranking 3 juta-an sekarang ranking 300 ribuan?

4. Alexa Redirection
Gunakan Alexa redirection setiap berkunjung ke websitemu. Formatnya seperti berikut:
http://redirect.alexa.com/redirect?www.resep.web.id
(Ganti www.www.resep.web.id dengan URL websitemu)
Alexa Redirection sudah tidak berfungsi lagi. Setiap loading page dengan link ini akan muncul pesan 404.

404 Not Found
The requested URL /redirect was not found on this server.

5. Alexa Blog/Content
Tulis/blog tentang Alexa di blogmu. Webmaster dan Blogger suka cara-cara untuk meningkatkan ranking Alexa. Ya… mungkin seperti yang dibaca sekarang ini.

Mengapa Alexa penting ?
Jawabannya, karena ada beberapa website layanan iklan komersil yang memberikan syarat ranking Alexa dalam batasan tertentu. ReviewMe, Text Link Ads dan Sponsored Reviews adalah 3 diantaranya dan masih banyak lagi. Jikapun kita tidak berkeinginan menggunakan layanan iklan komersil atau tidak ingin menjadikan blog kita sebagai monetize blog, peningkatan ranking Alexa bisa dipandang sebagai upaya untuk melakukan sedikit optimasi yang bisa bermanfaat bagi kwalitas blog.

Sumber : andaka.com – vavai.com