Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts

Analisis Usaha Budidaya Belut di Dalam Tong atau Drum

Analisis Usaha Budidaya Belut di Dalam Tong atau Drum

asumsi
1. Tong atau drum yang digunakan bervolume 200 liter sebanyak 20 buah.
2. Lama setiap periode pemeliharaan 4 bulan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika periode pemeliharaan bisa lebih cepat menjadi 3 bulan.
3. Tong atau deum dapat digunakan selama 4 tahun (12 Periode pemeliharaan)
4. Cat Minyak, Pipa PVC dan perlengkapan pendukung dapat digunakan selama 4 tahun
5. Padat tebar bibit 2 kg per drum, menggunakan bibit berjumlah 80-100 ekor per kg. Jadi kepadatan maksimal tong 200 ekor bibit.
6. Kegiatan budi daya dilakukan sendiri oleh pembudidaya, hanya proses penyiapan tong dan pembuatan media yang menggunakan tenaga kerja borongan.
7. Media yang digunakan adalah campuran tanah yang dimatangkan dengan media instan bokashi.
8. Pakan utama yang dibudidayakan sendiri, sehingga menekan biaya pakan.

Analisis Usaha
Biaya investasi
- Tong atau drum 20 buah @ Rp100.000......................Rp 2.000.000
- Cat minyak 7 kaleng @ Rp8.000...................................Rp 56.000
- Pipa PVC 2 inchi 3 batang @ Rp30.000.......................Rp 90.000
- Perlengkapan pendukung
(ember, cangkul, serok, baskom, Was, dan jeriken)......Rp 200.000
- Upah pembuatan tong (borongan..................................Rp 100.000
Total investasi.....................................................................Rp2.446.000


Biaya operasional per periode pemeliharaan
— Biaya Tetap
Penyusutan tong atau drum Rp2.000.000 : 12 ............Rp 167.000
Penyusutan cat Rp56.000 : 12 ........................................Rp 4.700
Penyusutan pipa PVC Rp90.000 : 12............................. Rp 7.500
Penyusutan peralatan pendukung Rp200.000 : 12...... Rp 16.700
Penyusutan upah persiapan drum Rp100.000: 12........ Rp 8.400
total biaya tetap.................................................................... Rp 204.300


— Biaya Tidak Tetap
Bibit belut 40 kg x Rp40.000/kg.................................................... Rp 1.600.000
Pelet, cacing, dan ikan-ikanan kecil 474 kg x Rp3.000/kg.......... Rp 1.422.000
EM4 4,5 botol x Rp , 25.000/ botol................................................. Rp 112.500
Jerami padi 4 ikat x Rp5.000/ikat.................................................. Rp 20.000
Batang pisang 10 batang x Rp1.000/batang.................................. Rp 10.000
Bekatul atau dedak 67 kg x Rp2.000/kg......................................... Rp 134.000
Pupuk kandang 4 karung x Rp6.000/karung................................. Rp 24.000
Gula 0,25 kg x Rp6.000/kg............................................................... Rp 1.500
HSC (Humic Substance Complex) 1 botol......................................... Rp 90.000
Tenaga pembuatan media................................................................... Rp 50.000
Total biaya tidaktetap.......................................................................... Rp3.464.000


— Total Biaya Operasional
Total biaya operasional = Total Biaya Tetap + Total Biaya Tidak Tetap
= Rp204.300 + Rp3.464.000
= Rp3.668.300

3. Penerimaan per Periode
Penjualan hasil panen 400 kg x Rp25.000/kg = Rp10.000.000

4. Keuntungan
Keuntungan = Total penerimaan - total biaya operasional
= Rp10.000.000 - Rp3.668.300
= Rp6.331.700

5. Pay Back Period
Pay back period adalah waktu titik batik modal atau titik impas,
yaitu perbandingan antara total investasi dengan keuntungan yang diperoleh.

Pay back period = (Total investasi : keuntungan) x 1 bulan
= (Rp2.446.000 : Rp6.331.700) x 1 bulan
= 0,4 bulan


sumber : Drs.Ruslan Roy, MM dan Bagus Harianto, AgroMedia Pustaka, 2009



cetak halaman ini

Ekspor Udang Masih Andalan

Ekspor Udang Masih Andalan



KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) masih menempatkan udang sebagai komoditas andalan perikanan budidaya selama 2010-2014. Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Made L Nurdjana, mengatakan, selama periode 2010-2014 produksi udang diharapkan naik 74,75 persen dari 400 ribu ton menjadi 699 ribu ton, terdiri udang vaname dan windu.

"Udang tetap komoditas penting dikembangkan karena permintaan ekspor cukup besar dan memenuhi konsumsi dalam negeri," katanya, di Jakarta, akhir pekan lalu. Made mengatakan, peningkatan produksi udang windu ditargetkan 10,42 persen per tahun. Untuk mewujukan itu, pada 2009 telah memperbaiki saluran irigasi dan prasarana area tambak seluas 53 ribu hektare (ha) di 56 kabupaten pada 16 provinsi.

Pelaksanaannya, oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) melalui dana stimulus dengan total anggaran Rp430 miliar. Dia mengatakan, udang windu dikembangkan dengan teknologi ekstensif polikultur dan organik hingga harga jual tinggi karena sesuai kecenderungan konsumsi masyarakat dunia.

"Untuk itu ke depan akan diupayakan subsidi pupuk organik, tidak pupuk anorga-nik seperti selama ini," ujar dia. Untuk udang vaname, dikembangkan melalui teknologi semi intensis dan intensif dengan target produksi naik 17,38 persen per tahun dari 275 ribu ton pada 2010 menjadi 500 ribu ton 2014. Pemerintah pun telah membangun Broostock Center atau pusat produksi induk udang unggul vaname Nusantara di Bali. Hal ini guna memenuhi kebutuhan induk udang dalam negeri dan mengurangi ketergantungan induk impor.

Kemampuan produksi Broostock Center itu diperkirakan mencapai 240 ribu ekor induk unggul per tahun atau terbesar di dunia. "Penampilan induk Nusantara I yang telah dibudidayakan di Kalimantan Barat, Lampung dan Jatim menunjukkan hasil yang memuaskan."

Made menjamin, tak perlu ada kekhawatiran terhadap penyediaan benih udang bermutu yang diperlukan dalam program peningkatan produksi udang. Menurut dia guna mengurangi dan mencegah serangan hama dan penyakit ikan pada udang akibat penurunan kualitas lingkungan, pada 2009 dibangun Balai Penyeledikan Penyakit Ikan dan Lingkungan di Kabupaten Serang Banten. Peresrnian balai ini dijadwal-kan awal 2010.

Balai ini memiliki laboratorium hama, penyakit ikan dan lingkungan yang lengkap hingga dapat melakukan kajian. hama, penyakit dan lingkungan. "Selain itu untuk memproduksi vaksin yang diharapkan mampu mengatasi masalah penyakit virus," ucap Made.
■ Yogyo Susaptoyono



Sumber : Koran Jurnal Nasional,12 Januari 2010 Hal.4




cetak halaman ini

jenis ikan yang cocok untuk dibudidayakan dan dikembangbiakan dipekarangan rumah

jenis ikan yang cocok untuk dibudidayakan dan dikembangbiakan dipekarangan rumah

budidaya ikan dipekarangan rumah adalah memelihara ikan pada areal yang tidak begitu luas yang lokasinya berdekatan dengan rumah tinggal. media kolam untuk memelihara ikan dipekarangan rumah umumnya terbuat dari tembok, ataupun juga bisa menggunakan drum, terpal dan karpet.

jenis ikan yang cocok untuk dipelihara dipekarangan rumah diusahakan menggunakan jenis ikan yang tahan atau toleransi terhadap kualitas air, seperti : lele, nila, mujair, belut. dipilih ikan tersebut dikarenakan media pemeliharaan ikan dipekarangan rumah umumnya relatif sempit, sehingga kualitas air seperti oksigen pun tidak akan tersuplai secara sempurna baik secara difusi maupun input dari air yang masuk. ikan-ikan tersebut relatif tahan terhadap kondisi air kolam dengan kadar oksigen yang rendah karena ikan tersebut mempunyai alat pernapasan tambahan yaitu seperti Lele. kalau untuk ikan nila ataupun mujair, ikan ini mempunyai toleransi yang besar terhadap kualitas air yang jelek tetapi apabila kita ingin membesarkan atau memijahkan ikan ini maka persyaratan kualitas airpun perlu dipenuhi.

belut dapat hidup tumbuh dan berkembang pada areal yang sempit, sekalipun dipelihara di dalam drum, asalkan media untuk memelihara belut ini dicukupi sesuai dengan kondisi hidup di alam.

jadi dalam memelihara ikan dipekarangan rumah adalah merupakan pilihan alternatif dari cara berbudidaya ikan dengan alasan bahwa areal untuk dijadikan lahan budidaya sudah tidak ada. dan budidaya di pekarangan rumah ini cocok dikembangkan di kota yang relatif lahan budidayanya sempit. keuntungan dari berbudidaya ikan dipekarangan rumah ini adalah selain kita bisa mendapatkan penghasilan dari hasil budidaya kita juga bisa membantu kebutuhan konsumsi ikan rumah tangga.




cetak halaman ini

3 Essential Tools for Starting and Maintaining a Small Business

3 Essential Tools for Starting and Maintaining a Small Business
by: Ryan Hough
We believe that there are 3 factors that drive the success of small businesses.


1) Acquiring start-up capital
2) Finding customers
3) Accounting for, budgeting and controlling sales and expenses



The following resources will help your small business achieve these success factors.

Acquiring Start-Up Capital


An adequate supply of capital is essential as many profitable businesses fail because they don’t have enough cash to pay their employees and suppliers. But what is an adequate supply of capital? The only way to tell is by doing a significant amount of research on your potential market and formally documenting this in a business plan. I’m sure you know that a business plan is a very important document that is crucial to convincing your banker to lend you money.


There are two ways to obtain a business plan.


1) Do it yourself by amending a business plan template, or
2) Hire a professional to do it for you.


Obviously obtain 1) will be a great deal cheaper.


Our research led to a website that has over 60 high quality and free business plan templates. We also found a directory that you can use to easily find a business plan writer in your city – where ever you live in the world.


Finding Customers


Finding customers is a difficult and expensive task for service business owners such as accountants, lawyers and plumbers. We believe that a cost effective marketing strategy for service business owners is to simply give all their personal contacts a few business cards.


Our research led to a few websites that have pre-designed business card templates. We felt that the diversity and quality of these designs was outstanding. In addition, we found that you can obtain a significant saving by finding a printing service on the Internet. We found that you could get 2,000 full color business cards for as little as US $150.


Accounting For, Budgeting and Controlling Revenue and Expenses


Accurate accounting is very important for small business owners. It’s essential that you have timely access to information that could make or break your business. If stocks are running low – you need to know about it. If a large proportion of your debtors haven’t paid – you need to know about it. If you do not react to these situations quickly you may have a situation where you don’t have enough money to pay your employees – or worse still someone is stealing cash out the till.


Our research led to a website that compares and reviews top accounting software for small businesses. The cheapest software cost US $89.99 and the most expensive software cost US $1,499. It was interesting to note that the top 3 ranked websites were not the most expensive and cost between US $250 - US $300.


Hopefully you now have an idea of some of the tools that you can use to grow and maintain your small business. If you would like to benefit from our research please visit our website. We do not charge for this research and offer the content freely on our website.


About the author:
http://www.best-quality-small-business-resources.com/

Ryan Hough is the webmaster of best quality small business resources.com, who's aim is to help you save time and money by finding reviews and case studies that will enable you to choose the best resources at the right price.