Ikan Botia
Tahukah anda bahwa memelihara ikan botia sungguh sangat mengasyikan. Bagi para penghobi ikan ini sangat indah untuk dilihat. Bentuk tubuhnya yang agak pipih dan agak bulat memanjang ditambah pula bentuk perut yang hampir lurus dengan lengkung sirip punggung lebih depan posisinya dibandingkan sirip perutnya dan bersifat anal berpasangan, menambah bentuk eksotika ikan botia sebagai ikan hias. Apalagi adanya empat pasang sungut yang dimilikinya.
Sementara Memandang corak warna tubuhnya yang yang memiliki dasar merah jingga kekuning-kuningan dengan balutan tiga garis lebar atau pita hitam yang melingkar di tubuhnya sungguh sangat menyejukkan hati yang memandang. Perlu juga diketahui bahwa ikan ini termasuk ikan yang tidak memiliki sisik. Tetapi hati-hati bila memegang ikan ini karena ia memiliki senjata untuk melindungi diri dari serangan berupa patil di bawah matanya yang tersembunyi dan akan keluar bila ia merasa dalam bahaya karena itulah ia sering pula disebut si mata berduri. Tidak salah bila botia bisa menjadi obat penghilang stress bagi pemeliharanya.
Botia, didalam buku Saanin (1984) disebutkan memiliki 2 macam spesies, yaitu Botia macaracanthus dan Botia hymenphysa. Di dalam buku lain yang di tulis oleh Kottelat dkk (1993), ikan botia memiliki tiga spesies, yaitu Botia macaracanthus,Botia hymenphysa dan botia reversa. Ketiga spesies ini dibedakan salah satunya perbedaan jumlah pita hitam yang melingkar di tubuhnya. Botia macaracanthus memiliki 3 pita hitam,Botia hymenphysa mempunyai 13 – 15 pita hitam dan botia reversa memiliki 12 pita hitam. Secara taksonomi ikan hias botia masuk dalam kategori famili cobitidae. Berikut klasifikasi ikan botia lengkapnya :
* Kingdom : Animalia
* Fillum : Chordate
* Kelas : Osteichthyes
* Subkelas : Actinopterygii
* Ordo : Teleostei
* Subordo : Cyprinoidea
* Famili : Cobitidae
* Genus : Botia
* Spesies : Botia macaracanthus,Botia hymenphysa, Botia reversa
Di alam ikan ini dapat mencapai ukuran 30 – 40 cm sedangkan di akuarium dapat mencapai panjang maksimal 11 – 14 cm. ikan botia betina dapat mencapai berat 80 gram setelah dewasa. Sementara jantannya dapat mencapai 40 gram. Umur ikan botia termasuk panjang. Usianya dapat mencapai umur 20 tahun.
Ikan botia yang merupakan salah satu primadona ikan hias Indonesia yang diekspor ke luar negeri, dapat dijumpai di perairan batang hari jambi dan sungai barito di kalimantam yang karakteristik perairannya sesuai dengan habitat ikan botia yang menyukai perairan tenang, gelap dan suka bersembunyi tapi ia tidak menyukai adanya lumpur. Ikan botia yang suka hidup berkelompok ini dapat hidup pada kualaitas air dengan kisaran pH 5,0 - 7,0 suhu 24 - 30 derajat Celcius dengan oksigen terlarut 5 – 8 ppm dan kadar amoniak < 1,0 ppm.
Ikan botia yang juga disebut sebagai ikan badut karena bentukya yang menyerupai badut ini sudah dapat dilakukan pemijahan terkontrol sejak tahun 1990-an yang penelitiannya salah satunya dilakukan oleh BBAT Sukabumi dan sudah berhasil. Sehingga kekhawatiran akan punahnya ikan ini akibat penangkapan besar-besaran dapat terjawab.
Pembenihan ikan botia mudah dilakukan. Penting untuk selalu menjaga kualitas air seperti syarat di atas. buatlah kondisinya seperti ditempat habitat aslinya dengan memberikan paralon untuk dia bersmbunyi misalnya.
Pemeliharaan telur yang sudah diinkubasi air kemudian biarkan menetas kira-kira 15 – 26 jam. Kemudian larva tersbut diberi pakan setelah berumur 3 hari. Setelah 25 – 30 hari larva botia akan berkembang menjadi benih ikan botia. Media yang digunakan adalah air sumur atau air PAM yang sudah diendapkan dan diaerasi.
sumber : http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id
Arowana Fish
Arowana Fish
Arowana fish culture technique itself is actually not hard it's just that it needs high precision and perseverance because Arowana fish should always be kept condition of water, oxygen and food. This fish can be bred in a container such as an aquarium or pond aquaculture.
Water quality is always awake well into the demands of farming this fish. PH of water for farming arowana is actually very wide but is recommended to facilitate maintenance water pH adjusted to actual conditions of water in the natural condition of pH 6.8 to 7.5 and temperature 27-29 C. While the replacement of water to maintain water quality, done as much as 30-34% of the total volume with water deklorinisasi. Replacement of water needs to be done especially if the condition after the rain because rain water can lead to sudden changes in water quality.
Arowana feeding on feed should be given varying containing proteins are very high. Arowana feed to the parent can be given in the form of fish / shrimp trash coupled with a pellet with 32% protein content. The feeding is done every day by the provisions of 2% of total body weight.
Gonadal maturation will occur when the Arowana fish age was 4 years old and had reached a length of 45-60 cm. Spawning will occur throughout the year. Peak spawning will occur between July and December. While there have been spawning the male will guard the eggs in his mouth for 2 months. To remove the existing egg in her mouth male arowana, pull slowly and carefully lower Arowana mouth and then press the soft parts of his body. Larvae were collected and then incubated.
The incubation period in this way is shorter than the normal incubation period which can reach 8 weeks. Incubation was carried out at the aquarium measuring 45x45x90 cm with water temperature 27-29 degrees Celsius and 5 ppm dissolved oxygen. To prevent infection during the handling of the larvae can be used Acriflavine solution of 2 ppm. During this incubation period the larvae do not need to be feed. Larvae feed itself derived from egg yolk which will expire at the eighth week. After that, the larvae must be fed with the first life to prevent the larvae eat each other. At this time the larvae are able to swim freely.
Live food can be given blood worms or fish chicks whose size match the size of the mouth of the Arowana fish. When the larvae had reached the size of 10-12 cm is given a feed of small freshwater shrimp to offset the growth speed.
source: http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id
Arowana fish culture technique itself is actually not hard it's just that it needs high precision and perseverance because Arowana fish should always be kept condition of water, oxygen and food. This fish can be bred in a container such as an aquarium or pond aquaculture.
Water quality is always awake well into the demands of farming this fish. PH of water for farming arowana is actually very wide but is recommended to facilitate maintenance water pH adjusted to actual conditions of water in the natural condition of pH 6.8 to 7.5 and temperature 27-29 C. While the replacement of water to maintain water quality, done as much as 30-34% of the total volume with water deklorinisasi. Replacement of water needs to be done especially if the condition after the rain because rain water can lead to sudden changes in water quality.
Arowana feeding on feed should be given varying containing proteins are very high. Arowana feed to the parent can be given in the form of fish / shrimp trash coupled with a pellet with 32% protein content. The feeding is done every day by the provisions of 2% of total body weight.
Gonadal maturation will occur when the Arowana fish age was 4 years old and had reached a length of 45-60 cm. Spawning will occur throughout the year. Peak spawning will occur between July and December. While there have been spawning the male will guard the eggs in his mouth for 2 months. To remove the existing egg in her mouth male arowana, pull slowly and carefully lower Arowana mouth and then press the soft parts of his body. Larvae were collected and then incubated.
The incubation period in this way is shorter than the normal incubation period which can reach 8 weeks. Incubation was carried out at the aquarium measuring 45x45x90 cm with water temperature 27-29 degrees Celsius and 5 ppm dissolved oxygen. To prevent infection during the handling of the larvae can be used Acriflavine solution of 2 ppm. During this incubation period the larvae do not need to be feed. Larvae feed itself derived from egg yolk which will expire at the eighth week. After that, the larvae must be fed with the first life to prevent the larvae eat each other. At this time the larvae are able to swim freely.
Live food can be given blood worms or fish chicks whose size match the size of the mouth of the Arowana fish. When the larvae had reached the size of 10-12 cm is given a feed of small freshwater shrimp to offset the growth speed.
source: http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id
KTM Bahari, Ciptakan Sentra Budi Daya Laut
KTM Bahari, Ciptakan Sentra Budi Daya Laut
UPAYA Pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan telah ditempuh melalui beberapa program pembangunan. Salah satu program yang dilaksanakan adalah melalui transmigrasi. Saat ini, pemerintah punya perubahan paradigma penyelenggaraan transmigrasi, yakni transmigrasi yang dilaksanakan berbasis kawasan sesuai dengan UU No. 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian.
"Salah satu paradigma baru pembangunan transmigrasi adalah pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Kawasan Transmigrasi untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi serta strategi pemerataan investasi daerah sena menciptakan daya saing daerah", ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muahimin Iskandar.
Hingga saat ini, lanjutnya, telah diidentifikasi peluang usaha atau investasi di 41 kawasan transmigrasi yangmencapai 400.000 hektare. Di antaranya untuk perkebunan kelapa sawit, karet, dan cokelat. Ini termasuk peluang investasi di tiga kawasan transmigrasi untuk sektor kelautan dan perikanan. Kawasan-kawasan ini juga berpotensi menjadi objek wisata agro dan bahari. Selain itu juga masih ada 219 kawasan transmigrasi yang juga berpotensi untuk dikembangkan.
"Pemerintah daerah perlu secara serius mempromosikan potensi daerahnya, termasuk insentif dan kemudahan yang dapat diberikan kepada pelaku usaha yang berinvestasi di kawasan transmigrasi. Tentunya selain kalangan dunia usaha, masyarakat juga bisa menjadi bagian dari pengembangan kawasan transmigrasi tersebut," katanya.
Menurut dia, kawasan transmigrasi harus dikembangkan menjadi pusat pengolahan produksi pertanian (agroindustri center) serta memiliki keterkaitan dengan pusat penumbuhan dan perkotaan. Pembangunan diarahkan untuk mengintegrasikan kawasan per-desaan sebagai kawasan produksi dengan kawasan perkotaan sebagai pusat kegiatan ekonomi.
"Karena itu, pembangunan transmigrasi merupakan bagian dari prioritas pembangunan perdesaan dan pengembangan ekonomi lokal. Semua dalam rangka meningkatkan daya saing daerah," ujar Muhaimin.
Kota Terpadu Mandiri (KTM) adalah kawasan transmigrasi yang pembangunan dan pengembangannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan sena mempunyai fungsi perkotaan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Selama ini kawasan-kawasan transmigrasi yang telah dibangun, ada yang sudah berkembang menjadi pusat-pusat penumbuhan, baik berupa ibukota kecamatan maupun ibukota/kabupaten, walaupun proses tersebut membutuhkan waktu relatif lama, rata-rata di atas 25 tahun. Meski di sisi lain masih dihadapkan pula pada suatu kenyataan, bahwa sebagiankawasan transmigrasi yang telah dibangun belum berkembang sesuai yang diharapkan. Namun, Kota Terpadu Mandiri Bahari Tomini Raya, Kabupaten Parigi Moutong, Pro-vinsi Sulawesi Tengah bisa jadi salah satu contoh kawasan transmigrasi yang potensial kekayaan bahannya.
KTM Bahari Tomirii Raya terletak di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, mencakup 50 desa pada 4 kecamatan (dengan luas kawasan 1.957,60 km2), yaitu kecamatan Mepanga, Kecamatan Bolano Lambunu, Kecamatan Taopa dan Kecamatan Moutong (Kec. Bolano Lambunu sebagai kawasan inti dan calon pusat KTM berada di desa Bolano Barat).
Perairan pesisir Kabupaten Parigi Moutong merupakan bagian dari perairan Teluk Tomini yang merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan luas 59.500 km2. Teluk Tomini juga merupakan teluk yang cukup subur dan memiliki potensi untuk dikembangkanbudidaya laut Di sepanjang pesisir Kabupaten Parigi Moutong terdapat tanaman Mangrove yang tersebar pada 4 kecamatan, yaitu kecamatan Mepanga, Taopa, Bolano dan Moutong seluas + 2.401,60 ha Mangrove yang berguna sebagai penahan abrasi dan tempat pemijahan biota laut
Perairan wilayah Kabupaten Parigi Moutong terdapat 13 buah pulau-pulau kecil yang tersebar pada 4 kecamatan. Pulau-pulau tersebut memiliki ekosistem yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai industri wisata bahari dan budidaya laut.
"Tujuan dari pembangunan dan pengembangan KTM Bahari adalah menciptakan sentra-sentra komoditas budi daya laut (marine-kultur), baik perikanan tangkap, perikanan budidaya, rumput laut, wisata bahari, agribisnis, dan agroindustri yang mampu menarik investasi swasta untuk menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi transmigran dan penduduk sekitar, serta membuka peluang usaha dan kesempatan kerja", ujar Muhaimin.
Sumber : Rakyat Merdeka 03 Desember 2010,hal.8
UPAYA Pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan telah ditempuh melalui beberapa program pembangunan. Salah satu program yang dilaksanakan adalah melalui transmigrasi. Saat ini, pemerintah punya perubahan paradigma penyelenggaraan transmigrasi, yakni transmigrasi yang dilaksanakan berbasis kawasan sesuai dengan UU No. 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian.
"Salah satu paradigma baru pembangunan transmigrasi adalah pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Kawasan Transmigrasi untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi serta strategi pemerataan investasi daerah sena menciptakan daya saing daerah", ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muahimin Iskandar.
Hingga saat ini, lanjutnya, telah diidentifikasi peluang usaha atau investasi di 41 kawasan transmigrasi yangmencapai 400.000 hektare. Di antaranya untuk perkebunan kelapa sawit, karet, dan cokelat. Ini termasuk peluang investasi di tiga kawasan transmigrasi untuk sektor kelautan dan perikanan. Kawasan-kawasan ini juga berpotensi menjadi objek wisata agro dan bahari. Selain itu juga masih ada 219 kawasan transmigrasi yang juga berpotensi untuk dikembangkan.
"Pemerintah daerah perlu secara serius mempromosikan potensi daerahnya, termasuk insentif dan kemudahan yang dapat diberikan kepada pelaku usaha yang berinvestasi di kawasan transmigrasi. Tentunya selain kalangan dunia usaha, masyarakat juga bisa menjadi bagian dari pengembangan kawasan transmigrasi tersebut," katanya.
Menurut dia, kawasan transmigrasi harus dikembangkan menjadi pusat pengolahan produksi pertanian (agroindustri center) serta memiliki keterkaitan dengan pusat penumbuhan dan perkotaan. Pembangunan diarahkan untuk mengintegrasikan kawasan per-desaan sebagai kawasan produksi dengan kawasan perkotaan sebagai pusat kegiatan ekonomi.
"Karena itu, pembangunan transmigrasi merupakan bagian dari prioritas pembangunan perdesaan dan pengembangan ekonomi lokal. Semua dalam rangka meningkatkan daya saing daerah," ujar Muhaimin.
Kota Terpadu Mandiri (KTM) adalah kawasan transmigrasi yang pembangunan dan pengembangannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan sena mempunyai fungsi perkotaan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Selama ini kawasan-kawasan transmigrasi yang telah dibangun, ada yang sudah berkembang menjadi pusat-pusat penumbuhan, baik berupa ibukota kecamatan maupun ibukota/kabupaten, walaupun proses tersebut membutuhkan waktu relatif lama, rata-rata di atas 25 tahun. Meski di sisi lain masih dihadapkan pula pada suatu kenyataan, bahwa sebagiankawasan transmigrasi yang telah dibangun belum berkembang sesuai yang diharapkan. Namun, Kota Terpadu Mandiri Bahari Tomini Raya, Kabupaten Parigi Moutong, Pro-vinsi Sulawesi Tengah bisa jadi salah satu contoh kawasan transmigrasi yang potensial kekayaan bahannya.
KTM Bahari Tomirii Raya terletak di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, mencakup 50 desa pada 4 kecamatan (dengan luas kawasan 1.957,60 km2), yaitu kecamatan Mepanga, Kecamatan Bolano Lambunu, Kecamatan Taopa dan Kecamatan Moutong (Kec. Bolano Lambunu sebagai kawasan inti dan calon pusat KTM berada di desa Bolano Barat).
Perairan pesisir Kabupaten Parigi Moutong merupakan bagian dari perairan Teluk Tomini yang merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan luas 59.500 km2. Teluk Tomini juga merupakan teluk yang cukup subur dan memiliki potensi untuk dikembangkanbudidaya laut Di sepanjang pesisir Kabupaten Parigi Moutong terdapat tanaman Mangrove yang tersebar pada 4 kecamatan, yaitu kecamatan Mepanga, Taopa, Bolano dan Moutong seluas + 2.401,60 ha Mangrove yang berguna sebagai penahan abrasi dan tempat pemijahan biota laut
Perairan wilayah Kabupaten Parigi Moutong terdapat 13 buah pulau-pulau kecil yang tersebar pada 4 kecamatan. Pulau-pulau tersebut memiliki ekosistem yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai industri wisata bahari dan budidaya laut.
"Tujuan dari pembangunan dan pengembangan KTM Bahari adalah menciptakan sentra-sentra komoditas budi daya laut (marine-kultur), baik perikanan tangkap, perikanan budidaya, rumput laut, wisata bahari, agribisnis, dan agroindustri yang mampu menarik investasi swasta untuk menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi transmigran dan penduduk sekitar, serta membuka peluang usaha dan kesempatan kerja", ujar Muhaimin.
Sumber : Rakyat Merdeka 03 Desember 2010,hal.8
Subscribe to:
Posts (Atom)