Pembesaran Lele Dumbo

Pembesaran

Pembesaran adalah pemeliharaan lele dumbo yang berasal dal pendederan (I dan II) untuk dipelihara dalam jangka waktu tertentu hingga mencapai ukuran yang siap dipasarkan ke konsumen. Ukurannya 6-12 ekor per kg. Pembesaran lele dumbo ini dapat dilakukan di kolam tanah, kolam tembok, atau di jaring apung.


Bentuk kolam yang ideal untuk memelihara lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2 dengan kedalaman 1-1,5 m dan kemiringan kolam dari lubang pemasukan air ke lubang pengeluaran air 0,5%. Di bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang melintang dari lubang pemasukan air ke pengeluaran air.

Parit dibuat selebar 30 -50 cm dengan kedalaman 10-15 cm. Sementara itu, jika
menggunakan jaring apung dapat menggunakan konstruksi jaring apung yang umum digunakan pembudidaya ikan. Hanya saja, ukuran mata jaringnya harus lebih kecil dari ukuran tubuh ikan yang ditebar agar ikan yang dipelihara tidak lolos atau melarikan diri.

lubang pemasukan dan pengeluaran air dibuat dengan ukuran 15 - 20 cm. Lubang pengeluaran air dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian,yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat yang terdiri dari dua lapis, satu di antaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki.

Sementara itu, bentuk lubang pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana. Hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang di bawah kolam dengan tambahan pipa berbentuk "L" yang mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam. Di lubang pemasukan dan pengeluaran air dapat dipasang saringan untuk mencegah keluarnya ikan.

Selain pakan alami, untuk mempercepat pertumbuhan, lele perlu diberi pakan tambahan. Jumlah pakan tambahan yang diberikan sebanyak 2-5% per hari dari berat total ikan yang ditebar ke kolam. Pemberian pakan tambahan ini dilakukan 3-4 kali setiap hari. Komposisi pakan tambahan yang diberikan dapat berupa campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1 : 9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, dan cincangan bekicot dengan perbandingan 2 : 1 : 1 campuran tersebut dapat dibuat dalam bentuk pelet.


Lele dumbo akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200-250 gram dan panjang 15-20 cm per ekor. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam agar ikan berkumpul di kamalir, sehingga. mudah ditangkap menggunakan waring atau lambit. Cara lain memanen lele adalah dengan
menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon yang diletakkan d dasar kolam. Saat air kolam disurutkan, lele akan masuk ke dalam ruas bambu atau paralon tersebut.
Lele hasil tangkapan dikumpulkan di wadah berupa ayakan (happa) yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir. Hal ini dilakukan untuk mengistirahatkan ikan sebelum diangkut untuk dipasarkan*.

Pengangkutan lele dapat dilakukan menggunakan karamba, pikulan ikan, atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya. Perlu diingat, jangan menggunakan media pengangkut berupa kantong plastik karena akan mudah bocor terkena patil lele.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008

No comments:

Post a Comment